Legenda Tenis Khawatirkan Kondisi Mental Naomi Osaka Usai Mundur dari Prancis Open 2021

Cikal Bintang, Jurnalis · Kamis 03 Juni 2021 05:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 02 40 2419114 legenda-tenis-khawatirkan-kondisi-mental-naomi-osaka-usai-mundur-dari-prancis-open-2021-R3EcPybgjX.jpg Naomi Osaka (Foto: Reuters)

ARIS – Legenda Tenis, Borris Becker, memberikan komentar mengenai keputusan Naomi Osaka yang memilih mundur dari turnamen Prancis Open 2021. Becker mengaku sangat khawatir dengan kondisi mental petenis asal Jepang mengalami gangguan tersebut.

“Saya khawatir kondisi mental Naomi terganggu, dan ini sangat berpengaruh dengan masa depannya,” ungkap Becker dilansir dari The Sun, Kamis (3/6/2021).

Naomi Osaka

Sementara itu, Osaka mengungkapkan bahwa tekanan dari berbagai media di dunia membuatnya depresi. Oleh sebab itu, jelang Prancis Open, ia sempat membuat pernyataan menolak mengikuti sesi konferensi pers setelah pertandingan berakhir.

Akan tetapi, keputusan tersebut tidak diterima oleh Prancis Terbuka dan Osaka diancam didiskualifikasi dari turnamen. Namun, Osaka pun memilih mundur karena situasi pertemuan dengan media benar-benar membuatnya stress.

Baca Juga: Mundur dari Prancis Open 2021 karena Depresi, Ini Pernyataan Lengkap Naomi Osaka

“Saya pikir sekarang yang terbaik untuk turnamen ini adalah mundur jadi semua orang bisa kembali fokus bermain tenis di Paris,” ujar Osaka.

Kondisi mental Osaka dinyatakan menurun karena banyaknya tekanan dari media. Hal inilah yang membuat petenis peringkat dua dunia itu semakin tertekan.

“Sangat nervous dan stress saat saya menghadapi pertanyaan-pertanyaan itu, mereka (media) hanya ingin memikirkan kepentingan mereka,” keluh Osaka.

Naomi Osaka

Osaka mengalami depresi sejak 2018. Ia merasakannya setelah tampil di turnamen AS Terbuka 2018. Menurutnya tahun itu adalah hal yang paling membuatnya depresi

Baca Juga: Naomi Osaka Mundur dari Prancis Open 2021 karena Depresi, Serena Williams Kirim Simpati

“Kebenarannya adalah saya sudah bertahan sejak lama merasakan depresi ini, dan 2018 adalah tahun yang paling buruk,” tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini