Serikat Dokter Jepang Sebut Olimpiade Tokyo Berpotensi Munculkan Varian Baru Covid-19

Antara, Jurnalis · Jum'at 28 Mei 2021 02:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 27 43 2416396 serikat-dokter-jepang-sebut-olimpiade-tokyo-berpotensi-munculkan-varian-baru-covid-19-tVAy0QfAkx.jpg Kirab obor Olimpiade Tokyo 2020. (Foto/AFP/Antara)

TOKYO - Kepala serikat dokter Jepang memperingatkan bahwa penyelenggaraan Olimpiade Tokyo 2020 bisa memunculkan varian baru Covid-19. Hal itu karena acara akbar olahraga tersebut akan dihadiri puluhan ribu orang dari seluruh dunia.

Jepang telah berjanji untuk mengadakan Olimpiade yang "aman dan terjamin" di Tokyo setelah sempat ditunda selama satu tahun. Namun, Jepang sedang berjuang mengatasi gelombang keempat infeksi virus corona dan bersiap untuk memperpanjang keadaan darurat di sebagian wilayah di negara tersebut.

Foto/Twitter

Pejabat Jepang, penyelenggara Olimpiade dan Komite Olimpiade Internasional (IOC) telah berjanji bahwa Olimpiade akan terus berlanjut, meskipun di bawah langkah-langkah pencegahan penyebaran virus yang ketat.

Baca juga: Atlet Menembak Cantik Vidya Rafika Terbang ke Kroasia Matangkan Persiapan Olimpiade Tokyo 2020

Penonton dari luar negeri telah dilarang hadir, sementara keputusan untuk penonton domestik akan diumumkan bulan depan. Meskipun langkah-langkah telah dipersiapkan, kekhawatiran mengenai masuknya atlet dan ofisial ke Jepang masih ada.

Baca juga: AS Imbau Warganya Tak ke Jepang Jelang Olimpiade Tokyo 2020, Jepang Coba Melobi

Dengan orang-orang yang berasal dari lebih dari 200 negara dan wilayah akan tiba, Olimpiade, yang akan dimulai dalam delapan pekan. Menurut kepala Persatuan Dokter Jepang, Naoto Ueyama, hal tersebut berpotensi menimbulkan bahaya.

"Semua jenis mutan virus yang berbeda yang ada di tempat berbeda akan terkonsentrasi dan berkumpul di sini di Tokyo. Kami tidak dapat menyangkal kemungkinan bahkan jenis virus baru yang berpotensi muncul," kata Ueyama, dikutip dari Reuters, Kamis (27/5/2021).

"Jika situasi seperti itu muncul, itu bahkan bisa berarti jenis virus Olimpiade Tokyo dapat dinamai dengan cara ini, yang akan menjadi tragedi besar dan sesuatu yang akan menjadi sasaran kritik, bahkan selama 100 tahun," paparnya lagi.

Foto/Twitter

Namun, direktur Institute of Population Health di King's College, London, Kenji Shibuya, yang baru-baru ini membantu kampanye vaksinasi di Jepang, melihat kecil potensi bahaya khusus pada Olimpiade.

"Mutasi terjadi ketika virus tetap berada pada orang yang mengalami gangguan kekebalan atau baru sebagian diimunisasi untuk jangka waktu yang lama," kata Shibuya.

"Jadi situasi saat ini di Jepang lebih berbahaya daripada (selama) Olimpiade Tokyo, menurut saya,” tambah dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini