Teknik Pengereman Sepeda yang Efektif dan Efisien

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis · Kamis 27 Mei 2021 01:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 26 43 2415933 teknik-pengereman-sepeda-yang-efektif-dan-efisien-rrUUZh21lv.JPG Ilustrasi bermain sepeda. (Foto: Reuters)

Teknik pengereman sepeda menjadi salah satu hal yang harus dikuasai ketika hendak memakai salah satu moda transportasi roda dua tersebut. Pasalnya dengan memahami masalah pengereman, maka bisa mengurangi risiko kecelakaan.

Pada umumnya sepeda memiliki dua rem yang terletak pada stang di setiap sisi tangan. Untuk sepeda orang dewasa, rem depan terletak di sisi tangan kiri dan dan rem belakang berada di kanan. Namun, ada juga sepeda untuk anak kecil yang justru menempatkan rem dengan arah sebaliknya dari sepeda dewasa.

Terlepas dari perbedaan itu, mari membahas ke pokok permasalahannya, yakni bagaimana teknik pengereman sepeda yang efektif dan efisien? Menurut apa yang dilaporkan Sepeda.Me, pengereman yang baik ditentukan dari posisi tangan dan jari saat menarik tuas rem.

Gowes Sepeda

Posisi Tangan

Posisi tangan disarankan berada di posisi yang santai alias nyaman untuk menarik tuas rem kapan pun. Tentunya pemindahan posisi rem di stang sepeda sangat disarankan agar menemukan posisi yang nyaman untuk melakukan pengereman.

Jari

Untuk masalah jari, semuanya kembali terkait kenyamanan masing-masing. Ada yang orang yang lebiih suka menggenggam rem dengan empat jari, ada yang tiga jari, dan kadang ada yang hanya memakai dua jari saja.

Tentu itu semua kembali ke diri masing-masing untuk nyaman yang mana. Namun perlu diingat, mengurangi jari pada saat menggenggam rem akan mengurangi kekuatan pada penekanan rem.

Jadi, dengan menggunakan jari yang sedikit dapat menghindari penekanan rem yang terlalu kuat. Untuk itu diperlukan kesadaran diri sekuat apa jari Anda melakukan pengereman.

Penggunaan rem depan dan rem belakang

Banyak orang yang tak tahu kegunaan masing-masing rem, kebanyakan hanya asal tarik rem untuk menghentikan sepeda yang sedang melaju. Tentunya itu tidak salah selama dalam keadaan pelan dan rem berfungsi dengan baik serta mampu menghentikan sepeda.

Lain cerita jika menghadapi situasi darurat atau pada kecepatan tinggi. Maka diperlukan kemampuan khusus untuk menerka kapan harus menarik tuas rem dan seberapa kuat harus menariknya.

Terlalu kuat menarik rem bisa sangat membahayakan, terutama di kecepatan yang tinggi. Sebab bisa saja tubuh yang justru terlempar ketika menarik rem ban depan secara mendadak.

Gowes Sepeda

Akan tetapi, menghentikan sepeda dengan kecepatan yang tinggi tentu memerlukan tenaga ekstra saat menarik rem. Jadi, apa yang harus dilakukan? Tentunya setiap pengguna sepeda harus memahami seberapa kuat kekuatan pengereman sepedanya agar bisa menghitung seberapa kekuatan yang harus dikeluarkan saat menarik rem.

Namun, formula yang tepat adalah rem depan untuk menghentikan sepeda dan rem belakang untuk mengurangi kecepatan. Kasarnya 70-80 persen kekuatan dikeluarkan saat menarik rem depan dan sisanya untuk rem belakang.

Proses Pengeremaman yang Efektif dan Efisien

Pertama, mulai dengan memakai rem belakang dan tekan dengan perlahan. Rem depan perlahan mengikuti dengan menggunakan kekuatan yang jauh lebih kuat. Lalu posisi badan agak ke belakang dengan kaki bertumpu pada pedal.

Pandangan tetap fokus ke depan sambil berusaha menjaga keseimbangan. Tak lupa tangan diposisikan menahan stang agar dapat menahan badan yang sedang berusaha agak ke belakang untuk menjaga keseimbangan.

Kemudian tekan rem depan lebih kuat sampai terasa ban belakang sudah terangkat. Ketika sudah ban sudah tidak terangkat dan sepeda tidak ngepot, kembali tekan rem depan hingga sepeda berhenti.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini