Amerika Serikat Imbau Warganya Tak ke Jepang, Bagaimana Nasib Olimpiade Tokyo 2020?

Antara, Jurnalis · Rabu 26 Mei 2021 10:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 26 43 2415675 amerika-serikat-imbau-warganya-tak-ke-jepang-bagaimana-nasib-olimpiade-tokyo-2020-8akqvnaFKd.jpg Warga Jepang melintas di depan lambang Olimpiade. (Foto/Reuters)

WASHINGTON - Pemerintah Amerika Serikat mengimbau warganya untuk tidak mengunjungi Jepang. Pasalnya ada peningkatan risiko penularan Covid-19 di negara Asia itu dua bulan sebelum Olimpiade Tokyo 2020 dimulai.

Peringatan itu dikeluarkan Departemen Luar Negeri AS setelah Jepang membuka pusat vaksinasi massal pertamanya menjelang Olimpiade yang ditunda tahun lalu karena pandemi. Banyak pihak mengkritik Jepang karena lambat dalam hal tingkat inokulasinya.

Foto/Twitter

Selain nasihat kesehatan pemerintah, keputusan itu juga didorong oleh "faktor sekunder" seperti ketersediaan penerbangan komersial, pembatasan keluar-masuk warga AS serta hambatan untuk memperoleh hasil tes Covid-19 dalam tiga hari kalender.

Sejauh ini, hanya dua persen dari 125 juta penduduk Jepang yang telah divaksinasi penuh.

Baca juga: Ketum KONI: Olimpiade Tokyo Bisa Jadi Patokan Penyelenggaraan PON Papua

Upaya itu dimulai pada Februari dengan memberikan suntikan vaksin keluaran Pfizer kepada pekerja medis dan kemudian lansia di atas 65 tahun. Pemerintah Jepang sendiri menargetkan menyelesaikan semua proses vaksinasi itu pada akhir Juli ketika Olimpiade dimulai.

Baca juga: Lifter Indonesia Windy Cantika Aisah Sabet Emas Kejuaraan Dunia Angkat Besi Junior 2021

Tetapi para menteri mengatakan untuk Olimpiade tidak dicantumkan jadwal penyuntikan vaksin dan belum ada tanggal yang diumumkan untuk kelompok usia lainnya.

Jepang mengalami wabah virus corona yang relatif kecil, dengan sekitar 12.000 kematian secara keseluruhan. Namun lonjakan infeksi baru-baru ini telah membuat rumah sakit setempat tertekan.

Tokyo, Osaka dan delapan wilayah lainnya berada di bawah keadaan darurat yang mengekang aktivitas komersial hingga akhir Mei, dengan sejumlah laporan menyebutkan tindakan tersebut bisa diperpanjang lagi selama tiga minggu lagi.

Sementara itu opini publik sebagian besar menentang penyelenggaraan Olimpiade musim panas ini, tetapi penyelenggara mengatakan acara tersebut masih bisa diselenggarakan dengan aman.

Mayoritas atlet dan lainnya yang tinggal di pemukiman Olimpiade akan divaksinasi sebelum mereka memasuki Jepang, tetapi inokulasi tidak diperlukan untuk bisa berpartisipasi, demikian AFP.

Foto/Twitter

Sementara itu, pemerintah Jepang dan penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020 mengisyaratkan bakal memberikan izin kepada sejumlah penonton hadir dalam pertandingan olahraga tersebut. Namun dengan syarat tindakan pencegahan penyebaran virus corona dilakukan secara menyeluruh.

Sedangkan Komite Olimpiade Internasional (IOC) menyediakan vaksin COVID-19 untuk sekitar 20.000 orang di Jepang yang akan bertanding atau bekerja di Olimpiade Tokyo.

Vaksin tersebut kemungkinan akan ditawarkan secara gratis kepada para atlet dan staf di Jepang, di mana vaksinasi tertinggal jauh di belakang negara-negara maju lainnya dengan sebagian besar orang belum divaksin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini