Rektor UNS Resmi Buka International Virtual Pencak Silat Championship

Ezha Herdanu, Jurnalis · Rabu 19 Mei 2021 14:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 19 43 2412328 rektor-uns-resmi-buka-international-virtual-pencak-silat-championship-UKCfp0g3wm.jpg Ilustrasi Pencak Silat (Foto: Ist)

SURAKARTA – Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar Opening Ceremony International Pencak Silat Championship, Senin (17/5/2021). Acara tersebut dilakukan secara daring melalui aplikasi Zoom Cloud Meeting dan disiarkan secara langsung di kanal Youtube UNS. Opening Ceremony International Pencak Silat Championship merupakan simbol dibukanya ajang International Virtual Pencak Silat Championship Tunggal and Regu.

Kompetisi International Virtual Pencak Silat Championship Tunggal and Regu merupakan serangkaian acara yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-45 UNS. Kompetisi tersebut akan dilaksanakan selama 3 hari, yakni mulai Senin sampai dengan Rabu (17 – 19/5/2021).

Koordinator Bidang Olahraga Dies Natalis ke-45 UNS, Dr. Sapta Kunta Purnama mengungkapkan bahwa kompetisi International Virtual Pencak Silat Championship Tunggal and Regu diikuti oleh 9 negara dan 29 tim. Kedua puluh sembilan tim tersebut terdiri dari 10 kontigen Internasional dan 19 kontigen Nasional. Sejumlah Perguruan Tinggi yang ikut berpartisipasi, di antaranya Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Lampung, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Ivet Semarang, Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Negeri Surabaya dan sebagainya. Sementara kesembilan negara terdiri dari Aljazair, Brunei Darussalam, Jepang, Singapura, India, Filipina, Thailand, Pakistan, dan Indonesia.

“Total peserta adalah 118 atlet yang terdiri dari 25 atlet tunggal putra, 24 atlet tunggal putri, 33 atlet regu putra, dan 36 atlet regu putri,” jelas Dr. Sapta Kunta.

International Virtual Pencak Silat Championship Tunggal and Regu juga menghadirkan Ketua Pertandingan yakni Katmujiono S, dan tujuh Juri di antaranya Agung Nugroho, Bambang Edy, Kadarisman, Mastur, Mahfud, Sukardjo, dan Wiwaha Aji Santosa

Selain menjadi ajang yang digelar untuk memperingati Dies Natalis ke-45 UNS, ajang International Virtual Pencak Silat Championship Tunggal and Regu juga merupakan bentuk silaturahmi antar atlet agar senantiasa menjalin keharmonisan dan persaudaraan tanpa mengesampingkan semangat berkompetisi.

Di pengujung acara, Rektor UNS, Prof. Jamal Wiwoho, memimpin pembukaan kompetisi International Virtual Pencak Silat Championship Tunggal and Regu.

“Dengan mengucapkan Bismillahirohmanirohim, International Virtual Pencak Silat Championship saya nyatakan resmi dimulai,” ujar Prof. Jamal.

Ketua Eksekutif Persilat Puji Ide Brilian UNS

Ketua Eksekutif Persekutuan Pencak Silat Antarabangsa (Persilat), Benny G. Sumarsono yang hadir dalam Opening Ceremony International Pencak Silat Championship, yang digelar oleh Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta sangat mengapresiasi ide brilian UNS. Apresiasi tersebut diberikan lantaran UNS menyelenggarakan Kompetisi International Virtual Pencak Silat Championship Tunggal and Regu yang dilaksanakan pada Senin sampai dengan Rabu (17 – 19/5/2021).

“Saya mengapresiasi ide brilian UNS untuk mengangkat kembali semangat pencak silat di tengah ketakutan pandemi Covid-19," ungkap Benny.

Apresiasi juga datang dari Rektor UNS, Prof. Jamal Wiwoho. Ia mengapresiasi antusiasme para atlet yang ikut dalam International Virtual Pencak Silat Championship Tunggal and Regu. Meskipun tengah dilanda wabah pandemi Covid-19, tidak menyurutkan nyali para atlet untuk tetap berkompetisi guna menjaga dan merawat olahraga Pencak Silat, imbuh Prof. Jamal.

Olahraga dan Seni bela diri Pencak Silat semakin dikenal negara-negara di dunia setelah mendapatkan apresiasi di ajang Asian Games yang diselenggarakan di Indonesia pada tahun 2018 lalu. Selain itu pada tahun 2019, UNESCO juga telah mengakui Pencak Silat sebagai Warisan Budaya Tak Benda (Intangible Cultural Heritage) milik Indonesia.

Prof. Jamal menambahkan bahwa Pencak Silat tidak hanya memperkuat karakter para atlet tetapi juga dapat memperkuat mental yang menjunjung keyakinan bahwa suatu kekuatan, kepintaran dan kehebatan akan ditundukkan dengan kesabaran dan keikhlasan.

“Beberapa nilai yang melekat di dalam pencak silat, seperti sikap ksatria, tidak sok jagoan, adigang adigung adiguna, sepi ing pamrih dan suka menolong orang lain,” ujar Prof. Jamal.

Melalui Kompetisi International Virtual Pencak Silat Championship Tunggal and Regu, Prof. Jamal optimis bahwa atlet-atlet Pencak Silat yang hebat akan lahir. Para atlet hebat tersebut diyakini mampu membawa nama besar Indonesia sebagai pemilik asli olahraga dan seni bela diri Pencak Silat, semakin bersinar di kancah Internasional.

Harapan serupa juga disampaikan oleh Benny G. Sumarsono. “Saya berharap kompetisi ini dapat menjadi agenda rutin tiap tahunnya. Bahkan semoga setelah pandemi Covid-19 selesai, UNS bisa menyelenggarakan International Championship secara langsung.” Pungkas Benny.

Mahasiswa UNS Juara 2 Lomba Poster I-CHALLENGE 2021

Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kembali mengukir prestasi. Kali ini, kabar gembir datang dari Khanif Irsyad Fahmi, mahasiswa Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian (PKP) Fakultas Pertanian (FP) angkatan 2018 dan Yokanang Chandra Arfiansyah, mahasiswa Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) angkatan 2018. Keduanya tergabung dalam sebuah tim yang berhasil menyabet juara 2 dalam lomba poster I-CHALLENGE 2021 yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia Universitas Brawijaya (UB).

Ajang I-CHALLENGE 2021 ini, mengangkat tema Pemanfaatan Rekayasa Energi dan Hayati Secara Berkelanjutan untuk Mengatasi Permasalahan di Era Modern. Khanif mengaku, tema lomba ini sesuai dengan ketertarikannya terhadap penyelesaian masalah lingkungan.

“Kebetulan tema lombanya Pemanfaatan Rekayasa Energi dan Hayati Secara Berkelanjutan untuk Mengatasi Permasalahan di Era Modern, sangat menarik dan cocok dengan ketertarikan saya terhadap masalah penyelesaian masalah lingkungan terutama sampah,” ungkap Khanif kepada tim uns.ac.id, Selasa (18/5/2021).

Khanif dan Yokanang mengangkat fokus pada pemanfaatan teknologi berupa lalat maggot. Mereka membutuhkan waktu dua hari untuk menggarap poster tersebut.

“Kami mengangkat tema Maggot: Teknologi Alam Pengurai Sampah. Sesuai dengan tema yang memanfaatkan teknologi hayati, kami menggunakan makroorganisme untuk mengatasi masalah sampah yang tak kunjung selesai,” terang Khanif.

Poster lalat maggot tersebut, berhasil menyisihkan lebih dari 160 peserta yang turut serta dalam lomba ini. Khanif dan Yokanang pun dinobatkan sebagai salah satu pemenang pada Minggu (9/5/2021) lalu. Meski digelar secara daring, mereka tetap senang atas kemenangan ini. Khanif yang kini juga menjabat sebagai Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FP merasa senang dapat membanggakan nama UNS di sela-sela kesibukannya.

“Seneng banget. Bisa membanggakan nama UNS, karyanya juga bisa diakui dan dinilai baik oleh juri. Apalagi yang notabene bisa menjadi juara di sela-sela kesibukan sebagai presiden BEM,” ungkapnya.

Kedepannya, mereka berharap ide yang telah diusung dapat direalisasikan.

“Harapannya, apa yang menjadi ide kami itu mampu untuk direalisasikan, baik oleh saya sendiri maupun masyarakat. Karena dengan kita memanfaatkan maggot, secara tidak langsung kita juga menjaga lingkungan dan memperoleh keuntungan,” harapnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini