Singapura Open 2021 Batal, PBSI Diminta Segera Lakukan Diskusi dengan BWF

Admiraldy Eka Saputra, Jurnalis · Kamis 13 Mei 2021 05:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 13 40 2409714 singapura-open-2021-batal-pbsi-diminta-segera-lakukan-diskusi-dengan-bwf-qfBSHTWX25.jpg Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja (Foto: PBSI)

JAKARTA - Pasangan ganda campuran Indonesia, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja terancam gagal mendapatkan tiket Olimpiade Tokyo. Hal tersebut setelah Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) membatalkan gelaran Singapura Open 2021.

Hafiz/Gloria sendiri saat ini berada di peringkat sembilan dunia dengan koleksi 65.941 poin. Hafiz/Gloria sebenarnya masih berpeluang untuk lolos ke Olimpiade Tokyo 2020, tergantung pada hasil Singapura Open 2021.

Akan tetapi, keputusan BWF untuk membatalkan gelaran Singapura Open 2021 membuat salah satu ganda campuran unggulan Indonesia itu terancam gagal tampil di ajang Olimpiade.

Kepala pelatih ganda campuran PBSI, Richard Mainaky, angkat suara terkait situasi yang terjadi. Ia masih berharap ada jalan tengah yang bisa diambil BWF tanpa merugikan pemain yang sedang berjuang ke Olimpiade.

Baca juga: Terkait Pembatalan Sejumlah Turnamen Asia, Richard Mainaky: BWF Tidak Adil

"Saya sangat menyayangkan karena dengan batalnya turnamen Malaysia dan Singapura Open termasuk India Terbuka dan Kejuaraan Asia. Pembatalan turnamen ini cukup merugikan posisi Hafiz/Gloria yang tengah berjuang dan mengamankan ranking untuk bisa tampil ke Olimoiade Tokyo," ujar Richard Mainaky dilansir dari laman PBSI, Kamis (12/5/2021).

"Dengan batalnya Singapura Open, tidak ada kesempatan lagi bagi atlet kita untuk bisa menguji kemampuan sebagai ajang pemanasan terakhir menuju Olimpiade Tokyo," lanjutnya.

"Saya mendukung agar PBSI segera melakukan diskusi dengan BWF. Diskusi PBSI dengan BWF dengan tujuan agar ada perubahan atau penyesuaian kembali," ujar Richard lagi.

"Semoga dengan protes atau diskusi ini, BWF bisa mengambil kebijakan dan keputusan yang adil bagi semua pemain, terutama Hafiz/Gloria," imbuhnya.

 Namun di sisi lain, Richard juga mengatakan protes yang dilakukan pun harus melalui kajian terlebih dahulu. Jika memang layak, Richard pun berharap PBSI bisa langsung melayangkan protes ke BWF.

Seperti diberitakan sebelumnya, pihak BWF memutuskan untuk membatalkan gelaran Singapura Open 2021 karena tingginya kasus pandemi Covid-19 di negara tersebut.

Seharusnya, Singapore Open dilangsungkan pada 1 hingga 6 Juni mendatang. Ajang ini menjadi lebih penting, karena poin yang didapat pemain nantinya termasuk sebagai kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020.

Meski begitu, pihak BWF dan Asosiasi Bulu Tangis Singapura (SBA) menilai sulit untuk menggelar Singapore Open 2021. Karena kesulitan mencari jadwal pengganti, ajang ini pun dibatalkan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini