Aturan Doping di PON XX Papua 2021 Ketat, Atlet Diminta Tak Asal Konsumsi Minuman

Quadiliba Al-Farabi, Jurnalis · Kamis 29 April 2021 21:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 29 43 2403092 aturan-doping-di-pon-xx-papua-2021-ketat-atlet-diminta-tak-asal-konsumsi-minuman-01GdVASOVY.jpg Atlet diminta berhati-hati agar lolos tes doping. (Foto: Quadiliba Al_Farabi)

JAKARTA – Atlet yang tampil di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021 diminta lebih berhati-hati saat mengonsumi makanan dan minuman, Sebab, panitia PON akan memperketat aturan doping bagi para calon atlet yang akan berpartisipasi.

Hal Ini disampaikan Sekretaris Umum (Sekum) PB PON Papua, Elia I. Loupatty, dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (29/4/2021). Menurutnya, minum obat-obatan herbal bisa saja mempengaruhi pada pemeriksaan doping.

PON XX Papua 2021

Atas hal ini, Ia menyarankan para calon kontingen atlet untuk melaporkan kondisinya ke dokter secepat mungkin. Pasalnya, panitia akan langsung mendiskualifikasi peserta yang ketahuan mengonsumsi zat terlarang ini.

"Kalo atletnya biasa minum ini dan minum itu karna herbal kampung dan seterusnya, kami berharap melapor ke dokter dan ini harus dihubungi oleh tim anti-dopping. Jangan sampai karena kita biasa di kampung, kita biasa minum ini dan daun ini dan seterusnya, tapi berpengaruh pada dopping," ucap Elia I. Loupatty.

"Kasian yah padahal tidak bermaksud. Tapi, sebab ketika pemeriksaan selesai tidak bisa ditolak. Kali ini doping jangan jadi masalah, atlet Indonesia harus menciptakan kualitas PON yang diinginkan supaya kita murni bermain," lanjutnya.

Sebelumnya, upaya memperketat tes doping ini diwujudkan panitia dengan menjalin kerjasama dengan Lembaga Doping Internasional. Pilihan tertuju pada tiga negara, yakni Jepang, India, dan Qatar.

BACA JUGA: Hadiri Gathering Sponsor PON XX Papua 2021, KSP Moeldoko Ungkap Optimisme

Setelah menimbang-nimbang bersama KONI Pusat dan Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI) memutuskan untuk memilih Doha, Qatar. Saat ini pun mereka tengah menyusun kesepakatan dengan pihak Doha.

"Setelah baca-baca kami akan ke Doha saja. Pada umumnya LADI kita akan ke Doha jadi agak murah. Ini MoU-nya lagi dirancang-rancang, semoga dalam waktu dekat selesai," ujar Elia I. Loupatty

Elia I. Loupatty pun menyinggung sedikit teknis mengenai pengambilan sampel untuk tes doping nanti. Ia berkata, tes ini akan diaplikasikan kepada atlet secara langsung ketika mereka tiba di bandara Papua.

Selain itu, ada yang berbeda dalam vaksin kali ini dibanding PON sebelum-sebelumnya. Kini para atlet hanya diambil urine tanpa diambil sampel darah.

"PON kali ini juga yg agak lain adalah masalah doping, doping tidak diambil darah, tapi diambil urine. Pokoknya intinya urine yang diambil," tambahnya.

PON XX ini telah dikonfirmasi akan diikuti kontingen dari 34 provinsi di Indonesia. Penyelenggaraannya pun sudah ditetapkan pada 2-15 Oktober 2021, namun pertandingan sudah digelar sejak 23 September 2021.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini