Pertama Kali, Kirab Obor Olimpiade Jepang 2020 Dibatalkan

Antara, Jurnalis · Minggu 25 April 2021 04:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 24 43 2400242 pertama-kali-kirab-obor-olimpiade-jepang-2020-dibatalkan-QiRzbPCDFy.jpg Obor Olimpiade Tokyo 2020. (Foto/Antara)

TOKYO - Kirab obor Olimpiade Tokyo mengalami pembatalan total untuk pertama kalinya, ketika penyelenggara Prefektur Okinawa mengumumkan estafet pada 2 Mei di Miyakojima tidak akan berjalan sama sekali, dan tidak ada acara yang akan diadakan, Kantor Berita Kyodo melaporkan, Jumat (23/4).

Penyelenggara di wilayah kepulauan, yang saat ini berada di bawah langkah-langkah ketat untuk mengendalikan virus corona, tersebut berencana tidak akan menggelar estafet di jalan umum, dan panitia penyelenggara Olimpiade memberikan lampu hijau atas permintaan itu.

Foto/Reuters

Namun, menurut komite eksekutif Prefektur Okinawa, tidak akan ada tanggal alternatif yang ditetapkan untuk estafet dan juga tidak ada acara seremonial di Miyakojima. Hal itu menjadikannya kasus pertama pembatalan kirab obor Olimpide, yang akan melakukan perjalanan melalui 47 prefektur di Jepang.

Baca juga: Jepang Tetapkan Status Darurat, IOC: Takkan Pengaruhi Penyelenggaraan Olimpiade Tokyo

Lonjakan terbaru dalam kasus COVID-19 yang terjadi di kota-kota bagian barat, membuat Osaka dan Matsuyama memindahkan estafet dari jalan umum ke jalur alternatif untuk menghindari adanya kerumunan.

Baca juga: IOC: Atlet Dilarang Tunjukkan Aksi Protes saat Tampil di Olimpiade Tokyo 2020!

Pulau utama Okinawa, yang berisi area yang terkena pemberlakuan upaya yang lebih ketat untuk mencegah penyebaran virus corona, akan mengadakan estafet di dua tempat acara yang jauh dari jalan umum.

Pelari yang telah dijadwalkan untuk ambil bagian di Miyakojima tidak akan berlari di pulau utama untuk mengurangi perjalanan yang tidak perlu karena pertimbangan sistem medis yang rapuh di Miyakojima dan pulau-pulau terpencil lainnya di Okinawa.

Sementara itu, Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari menegaskan hingga kini kontingen Merah Putih tetap akan mempersiapkan diri menuju Olimpiade Tokyo meski pemerintah Jepang telah menerapkan keadaan darurat COVID-19 di negaranya.

“Sejauh ini saya sudah tanya sama pihak Jepang kalau Olimpiade Tokyo tetap digelar sesuai rencana. Meski tidak ada penonton asing, ya tidak masalah buat kami,” ungkap Oktohari.

Foto/Reuters

Okto, sapaan akrabnya, mengaku tidak keberatan dengan keputusan panitia penyelenggara melarang kehadiran penonton luar negerti dalam pesta empat tahunan itu. Yang terpenting saat ini, menurutnya, adalah bagaimana Olimpiade bisa tetap terselenggara dengan aman.

Apabila Olimpiade 2020 Tokyo sukses terselenggara, Okto menyebut hal itu bakal menjadi momen yang tak terlupakan apalagi seluruh pihak di dunia sudah sangat menantikan pelaksanaan pesta olahraga terakbar sejagad itu.

Okto melanjutkan KOI juga akan mulai bersafari ke beberapa pelatnas untuk menengok persiapan para atlet menuju Olimpiade Tokyo yang akan digelar kurang dari 100 hari lagi itu.

“Mulai pekan depan kami akan reli ke cabor-cabor. Kami berencana pada Selasa (20/4) sore akan ke Pelatnas Cipayung bersama tim CdM (Chief de Meeting),” tuturnya.

Pemerintah Jepang pada Jumat (23/4) menerapkan status keadaan darurat COVID-19 di Tokyo dan tiga wilayah lainnya tepat tiga bulan sebelum upacara pembukaan Olimpiade Tokyo yang dimulai pada 23 Juli mendatang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini