Oscar De La Hoya Nyaris Boyong Albert Papilaya Bertinju di Amerika

Fitradian Dimas Kurniawan, Jurnalis · Minggu 18 April 2021 12:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 18 43 2396607 oscar-de-la-hoya-nyaris-boyong-albert-papilaya-bertinju-di-amerika-Uh5S9W4aEf.jpg Albert Papilaya. (Foto: Screenshoot Youtube Kemenpora)

 TERNATE - Legenda tinju Indonesia Albert Papilaya meninggal dunia pada hari ini, Minggu (19/4/2021). Namun, tampaknya tidak banyak yang mengetahui jika dia berteman dengan Oscar De La Hoya

Albert Papilaya berkenalan dan berteman dengan petinju Amerika Serikat (AS), Oscar De La Hoya pada Olimpiade Barcelona 1992. Siapa yang kenal dengan De La Hoya, sehingga dijuluki The Golden Boy.

De La Hoya menjadi promotor tinju terkenal dengan bendera The Golden Boy Promotion. Karena postur dan gaya bertinju serta pukulan tangan kanan yang keras selama tampil di Olimpiade, Albert sempat diajak bersama De la Hoya untuk berkarier tinju pro di Amerika.

Baca juga: Cristiano Ronaldo Ternyata Hobi Tinju, Kok Bisa?


Baca juga: Albert Papilaya, sang Legendaris Tinju Indonesia Meninggal Dunia

Pihak promotor menganggap dunia tinju Indonesia kurang berkembang. Berkarier di AS pun menjadi slaah satu pintu menuju kesuksesan. Sayang, tawaran itu pada akhirnya harus ditolak oleh Albert Papilaya.

Tawaran untuk melebarkan sayap tentu membuat Albert Papilaya begitu tertarik. Namun, pada akhirnya kariernya sebagai polisi membuatnya gagal berangkat ke AS.

Albert Papilaya memutuskan untuk tetap menjadi anggota Polri. Dia lulus masuk pendidikan Brimob di Pusdik Watukosek tahun 1990. Dia gagal berangkat karena dipanggil oleh atasannya.

Padahal, Albert Papilaya bisa meneruskan karier tinju, meski menjadi polisi. Dengan bobot badan yang besar dan berat, Albert masih mampu sumbangkan medali emas untuk Indonesia di arena SEA Games 2001 pada kelas berat ringan 81 kg.

Bahkan di kelas berat 91 kg pun sudah pernah dirasakannya. Albert Papilaya tetap juara saat bertanding pada kejuaraan di India tahun 1997. Dia sudah bertanding di semua kelas cabang tinju ini. Dari kelas layang 45 kg hingga kelas berat 91 kg.

Albert Papilaya meninggal dunia di Ternate, Maluku Utara, Minggu pukul 00.45 WIB atau 02.45 WIT. Kepergiannya pun membuat dunia tinju Indonesia kehilangan salah satu atlet terbaiknya.

Dalam sejarah tinju Olimpiade, hanya beberapa atlet Indonesia yang membawa kesuksesan. Salah satu prestasi apik ditorehkan oleh Albert Papilaya di kelas menengah pada Olimpiade Barcelona 1992.

Namanya tercatat sebagai petinju yang bisa lolos di babak perempat final dengan menyingkirkan Robert Buda asal Polandia di putaran pertama dan Makoye Isangula asal Tanzania.

Sayang, langkah petinju kelahiran 15 September 1967 itu terhenti. Ketika itu, dia harus mengakui kehebatan petinju Korea Selatan, Lee Seung-bae, dan kalah lewat hitungan poin.

Meski kalah, pria yang juga tergabung sebagai polisi itu mendapat sambutan yang luar biasa oleh masyarakat tinju. Kemampuan memiliki pukulan tangan kanan mematikan itu tetap mencuri perhatian banyak orang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini