Ada Wacana Izinkan Penonton Hadir, Menpora Tak Ingin Gegabah untuk Berikan Rekomendasi

Yova Adhiansyah, Jurnalis · Rabu 14 April 2021 10:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 14 43 2394347 ada-wacana-izinkan-penonton-hadir-menpora-tak-ingin-gegabah-untuk-berikan-rekomendasi-YHZWG7WV4j.jpg Zainudin Amali (Foto: Laman resmi Kemenpora)

JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Zainudin Amali, menegaskan tidak ingin gegabah dalam memberikan rekomendasi kegiatan olahraga di Indonesia. Apalagi, hal ini akan berkaitan dengan mengundang kehadiran penonton setelah muncul wacana untuk mengizinkan penggemar secara terbatas masuk ke dalam arena olahraga.

Menpora Amali tegas menyampaikan bahwa dirinya belum memberikan rekomendasi untuk hal itu. "Sampai saat ini kita belum, karena kita belum diskusikan. Saya tidak mau gegabah karena sekarang ini pelaksanaan kegatan Piala Menpora Alhamdulillah sampai sekarang sudah memasuki semifinal prokesnya terjaga," kata Menpora Amali dikutip dari Kemenpora, Rabu (14/4/2021). 

Zainudin Amali

Sampai hari ini kegiatan pra musim untuk sepak bola belum dihadiri oleh penonton. Semua yang akan masuk stadion sudah ada jumlah yang terbatas. Maksimal 290 orang saja dari ribuan kapasitas stadion, dan itu sudah termasuk supir ambulance penjaga kemanan dan sebagainya.

Baca juga Jadi Penentu Digelarnya Liga 1, Bagaimana Penerapan Protokol Kesehatan di Piala Menpora 2021?

"Semua yang akan masuk stadion harus sudah di swab antigen dan itu dilakukan rutin oleh panitia. Alhamdulillah sampai hari ini belum ada hal yang mengkhawatirkan. Bahkan basket yang sudah menyelesaikan pertandingannya, alhamdulillah tidak ada kasus yang muncul. Karena memang saya wanti-wanti, saya mau berikan rekomendasi kalau prokesnya serius dan disiplin," urai Menpora Amali.

Baca juga Menpora Zainudin Amali Pastikan PON Papua Tak Alami Penundaan Lagi

Menpora mencontohkan, jika pertandingan sepak bola dilaksanakan sore hari, maka pagi harinya harus sudah di swab PCR. "Jika mereka main sore atau malam, maka jam 9 pagi harus sudah diswab PCR, bahkan ada yang bilang cenderung ketat. Jika di luar negeri selebrasi boleh pelukan kalau di Indonesia dilarang, cukup angkat tangan saja tidak harus pelukan," ujarnya.

"Yang menjadi pedoman kita adalah keselamatan dan kesehatan masyarakat kita. Oleh karena itu kita harus dukung upaya pemerintah untuk melakukan PPKM skala mikro," tambah Menpora Amali.

Kasubbid Tracing Satgas Covid-19, Koesmedi Priharto menyampaikan virus Covid-19 masih banyak permasalah termasuk mutasi virusnya cukup membuat masalah di beberapa negara yang tadinya tenang akhirnya bermasalah kembali.

"Virus ini cukup ganas, menyebabkan banyak kematian dan penularan, biaya yang sudah dikeluarkan juga tidak sedikit. Upaya paling utama yakni menyadarkan masyarakat hidup berdampingan dengan Covid-19 dengan disiplin menerapkan 3M," katanya.

"Kami menghimbau tetap patuh protokol kesehatan. Kita tahu ada beberapa olahraga yang suporternya sukar untuk di kendalikan tapi ada juga mereka-mereka yang mudah dilakukan," imbuhnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini