Penasihat Olimpiade Jepang Desak Sedia Vaksin untuk Atlet

Antara, Jurnalis · Rabu 14 April 2021 06:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 14 43 2394233 penasihat-olimpiade-jepang-desak-sedia-vaksin-untuk-atlet-LPR45yWw3r.jpg Olimpiade Tokyo 2020 (Foto: Reuters)

TOKYO - Penasihat kesehatan Komite Olimpiade Jepang mengatakanvaksin COVID-19 harus tersedia bagi atlet setelah protes publik beberapa hari lalu yang membuat pemerintah membantah atlet akan diprioritaskan.

Jepang pada Kamis pekan lalu membantah laporan media sedang mempertimbangkan untuk vaksinasi semua peserta Olimpiade akhir Juni setelah gagasan itu memicu keributan media sosial di tengah penyelenggaraan vaksinasi yang dinilai lambat untuk seluruh penduduk Jepang.

 

Namun, Selasa, penasihat Komite Olimpiade Jepang, Nobuhiko Okabe, mengatakan meskipun vaksin tidak diwajibkan untuk Olimpiade, vaksin harus tersedia bagi para atlet yang menginginkannya.

Okabe adalah ahli penyakit menular yang membantu Jepang dalam menghadapi wabah H1N1 pada 2009 dan memberi nasihat tentang langkah tanggap COVID-19.

Baca juga: Cegah Insiden All England Terulang, KOI Desak Nama Atlet Olimpiade Rutin Diperbarui

"Menurut saya rekomendasinya harus diimunisasi, terutama untuk para atlet," kata Okabe yang pernah memegang peran kepemimpinan dalam Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) seperti dikutip Reuters.

Dia mengatakan pilihan individu atlet untuk menolak vaksin karena alasan kesehatan atau agama "harus dihormati."

Sekitar 1,1 juta tenaga medis di Jepang sudah mendapatkan paling tidak dosis pertama vaksin Pfizer Inc-BioNTech.

Vaksinasi untuk lansia di Jepang dimulai Senin kemarin, tetapi beberapa ahli memperingatkan vaksinasi untuk masyarakat umum kemungkinan tidak akan tersedia hingga musim panas atau bahkan musim dingin karena persediaan yang terbatas.

Okabe yang mengepalai Institut Kesehatan Masyarakat Kota Kawasaki juga mengatakan komersialisasi dan perizinan obat-obatan dan produk medis di Jepang tetap menjadi "masalah besar" karena hal itu dapat memperlambat respons terhadap krisis kesehatan seperti pandemi.

Jepang sejauh ini menyetujui hanya satu vaksin COVID-19, dan sekitar 0,9 persen dari total 126 juta penduduk telah mendapatkan setidaknya satu dosis vaksin COVID-19, jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan 2,2 persen di Korea Selatan atau 36 persen di Amerika Serikat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini