Adik Tiri Valentino Rossi Baru Sadar Tubuhnya Tak Cocok Kendarai Ducati

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis · Rabu 07 April 2021 07:51 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 07 38 2390588 adik-tiri-valentino-rossi-baru-sadar-tubuhnya-tak-cocok-kendarai-ducati-yZLmpzrp39.jpg Pembalap Tim Sky VR46 Esponsorama, Luca Marini. (Foto: MotoGP)

TAVULLIA – Pembalap Tim Sky VR46 Esponsorama, Luca Marini gagal memberikan kesan positif di dua balapan awalnya di kelas MotoGP. Ia yang berstatus rider rookie itu hanya bisa finis di posisi ke-16 dan 18 pada dua race yang berlangsung di Sirkuit Losail, Qatar tersebut.

Setelah cukup lama berada di atas Desmosedici, Marini pun sadar ternyata tubuhnya tak cocok untuk mengendarai motor pabrikan Italia tersebut. Adik tiri Valentino Rossi tersebut menilai ia harus membesarkan beberapa bagian tubuhnya agar bisa menyeimbangi besarnya kekuatan Ducati.

Jadi, PR pertama Marini saat tiba di Italia adalah membentuk beberapa bagian tubuhnya di pusat kebugaran. Ia merasa hampir semua bagian atas pada tubuhnya harus diperbesar atau diperkuat lagi.

Baca Juga: Senggolan dengan Mir, Miller Cedera hingga Naik Meja Operasi?

Luca Marini

Terutama tentunya lengan, karena Marini merasa tangannya masih belum terlalu kuat untuk menahan beban Desmosedici ketika berada di tikungan. Untuk itulah Marini bakal berusaha untuk membentuk otot pada lengannya.

“Selama dua balapan akhir pekan kemarin, saya belajar banyak tentang motor ini (Desmosedici). Sejauh ini saya sudah merasa lebih nyaman dan saya menemukan area mana saja yang harus lebih saya tingkatkan saat di gym,” ungkap Marini, dilansir dari GPOne, Rabu (7/4/2021).

“Pada bagian atas tubuh saya, secara umum pada lengan tentunya. Lengan diperlukan untuk meningkatkan perubahan arah lajunya motor,” tambah rider asal Italia tersebut.

Selain mengetahui ternyata badannya belum terlalu ideal untuk mengendarai motor Desmosedici, Marini juga belajar banyak mengenai penggunaan ban kala tampil di MotoGP Qatar dan seri Doha.

Untuk sekarang ini, Marini belum menemukan cara yang tepat untuk menghemat permukaan ban agar tetap awet hingga lap-lap terakhir. Sebab dalam dua balapan di Qatar, Marini selalu mengalami masalah terhadap bannya.

Luca Marini

“Ketik balapan, saya belajar banyak mengenai ban. Saya mengetahui bahwa setelah 10 lap, kualitas ban akan menurun, terutama di sisi kanan,” tambah Marini.

“Saya sempat mencoba untuk mengelola ban sebaik mungkin agar bisa menyelamatkan ban tersebut (sampai balapan berakhir). Akan tetapi, ternyata saat prakteknya sangatlah sulit,” tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini