NOC Desak BWF Minta Maaf dan Tanggung Jawab atas Insiden Tim Indonesia di All England 2021

Djanti Virantika, Jurnalis · Jum'at 19 Maret 2021 16:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 19 40 2380704 noc-desak-bwf-minta-maaf-dan-tanggung-jawab-atas-insiden-tim-indonesia-di-all-england-2021-4HxR03cQ0j.jpg Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti. (Foto: PBSI)

JAKARTA – Ketua National Olympic Committee (NOC) Indonesia, Raja Sapta Oktohari, menuntut permintaan maaf dan tanggung jawab dari Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) atas insiden yang dialami Tim Indonesia di All England 2021. Okto meminta BWF untuk tak berlindung dalam aturan di negara Inggris.

Sebagaimana diketahui, kabar mengejutkan datang dari tim bulu tangkis Indonesia yang tengah berlaga di ajang All England 2021. Mereka tiba-tiba diminta melakukan isolasi mandiri selama 10 hari karena sempat berada satu pesawat dengan orang yang positif terpapar virus Covid-19.

All England 2021

Perintah ini datang dari Layanan Kesehatan Masyarakat Britania Raya (NHS). Peristiwa itu terjadi dalam keberangkatan Tim Indonesia dari Istanbul, Turki, menuju ke Birmingham, Inggris. Di pesawat itu, dikabarkan ada orang yang terkena virus Covid-19.

Karena masalah kesehatan itulah, Tim Indonesia akhirnya dipaksa mundur dari ajang All England 2021 untuk segera melakukan isolasi mandiri. Keputusan diumumkan di tengah-tengah penyelenggaraan babak pertama All England 2021.

BACA JUGA: Menpora Tuntut Reformasi di BWF Buntut Kasus Tim Indonesia di All England 2021

Okto mengatakan kejadian yang dialami atlet Indonesia di All England 2021 ini telah membuat banyak hati masyarakat Tanah Air tersakiti. Karena itu, Okto menuntut permintaan maaf secara resmi dari BWF.

BACA JUGA: Soal Kasus di All England 2021, Menpora: BWF Tidak Profesional, Tak Transparan, dan Diskriminatif!

Okto bersama pihak NOC Indonesia sendiri sudah menyiapkan langkah-langkah lebih lanjut untuk menyikapi kejadian ini. Bahkan jika memungkinkan, mereka akan membawa kasus ini ke Badan Arbitrase Dunia (CAS).

“Kami melihat apa yang dilakukan BWF sangat tidak profesional. Kami juga sudah berkomunikasi dengan PBSI, Kemenpora, Kemlu, Badmiton Asian Federation, dan juga kami akan meneruskan tragedy atau skandal ini ke level yang lebih tinggi atau memungkinkan untuk ke CAS,” ujar Okto dalam konferensi pers bersama Menpora RI, Zainudin Amali, Jumat (19/3/2021).

“Mereka harus minta maaf kepada masyarakat Indonesia secara resmi dan juga harus ada pertanggungjawaban atas apa yang dilakukan oleh BWF kepada atlet-atlet kita yang sampai saat ini masih dikarantina di Birmingham, Inggris,” lanjutnya.

Raja Sapta Oktohari

“Sampai hari ini BWF belum minta maaf karena telah melukai perasaan masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat badminton Indonesia. Yang dilakukan hanyalah menyampaikan apology for inconvenience, bukan minta maaf malah merasa kelalaian terhadap ketidaknyamanan," jelas Okto.

“Jadi, kami juga akan meneruskan ini kepada stakeholder kita, termasuk OCA bahkan juga mungkin IOC demi memastikan preseden ini tak terulang kembali. Target utama kami adalah memastikan apa yang terjadi sama tim Indonesia tidak diulangi BWF. BWF harus bertanggung jawab terhadap kelalaian dan keteledoran yang telah mereka lakukan,” tukasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini