NOC: Kejadian di All England 2021 Sakiti Hati Masyarakat Indonesia

Djanti Virantika, Jurnalis · Kamis 18 Maret 2021 17:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 18 40 2380107 noc-kejadian-di-all-england-2021-sakiti-hati-masyarakat-indonesia-xzG0Q8jmk0.jpg Marcus Fernaldi Gideon. (Foto: Badminton Photo)

JAKARTA – Ketua National Olympic Committee (NOC) Indonesia, Raja Sapta Oktohari, menyatakan kejadian yang dialami Tim Indonesia di All England 2021 telah menyakiti perasaan masyarakat di Tanah Air. Sebab, cabang olahraga bulu tangkis diketahui memiliki banyak penggemar di Indonesia.

Sebagaimana diketahui, kabar mengejutkan datang dari tim bulu tangkis Indonesia yang tengah berlaga di ajang All England 2021. Mereka diminta melakukan isolasi mandiri selama 10 hari karena sempat berada satu pesawat dengan orang yang positif terpapar virus Covid-19.

All England 2021

Perintah ini datang dari Layanan Kesehatan Masyarakat Britania Raya atau NHS. Peristiwa itu terjadi dalam pemberangkatan Tim Indonesia dari Istanbul, Turki, menuju ke Birmingham, Inggris. Di pesawat itu dikabarkan ada orang yang terkena virus Covid-19.

BACA JUGA: Neslihan Yigit Atlet Turki yang Satu Pesawat dengan Tim Indonesia WO dari All England 2021

Karena masalah kesehatan itulah, Tim Indonesia akhirnya dipaksa mundur dari ajang All England 2021 untuk segera melakukan isolasi mandiri. Keputusan diumumkan di tengah-tengah penyelenggaraan babak pertama All England 2021.

BACA JUGA: Kecewa Tim Indonesia Dipaksa Mundur dari All England, NOC: Ini Ganggu Konsentrasi Para Atlet

Alhasil, baru ada tiga pemain Indonesia yang tampil saat itu. Mereka ialah Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamujo, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, dan Jonatan Christie. Kemenangan pun diraih wakil Indonesia kala itu, termasuk Marcus/Kevin dan Ahsan/Hendra yang mengalahkan wakil Inggris.

Okto pun tak menampik bahwa kondisi ini telah membuat masyarakat Indonesia merasa kecewa dan tersakiti hatinya. Mereka terlebih sudah sangat menantikan aksi para pebulu tangkis Tanah Air untuk menorehkan prestasi apik di ajang Super 1000 itu.

“Kita juga mengimbau kepada masyarakat badminton dunia bahwa badminton itu sudah seperti ideologi di Indonesia karena penggemar badminton hampir sama banyaknya dengan penggemar sepakbola,” ujar Okto dalam konferensi pers virtual, Kamis (18/3/2021).

“Jadi perlu dipahami apa yang terjadi ini sangat menyakiti hati masyarakat Indonesia,” lanjutnya.

Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo

Karena itu, pihak NOC memastikan takkan tinggal diam dalam menghadapi situasi yang tak adil bagi para pebulu tangkis Tanah Air ini. Protes akan diajukan kepada pihak Federasi  Bulu Tangkis Dunia (BWF) dan lembaga terkait.

“Sikap kami terhadap situasi ini, kita akan menyampaikan protes kepada BWF dan semua lembaga terkait. Kita juga akan memfasilitasi bersama PBSI agar semua yang kita dilakukan dapat sejalan apa yang sedang diperjuangkan teman-teman di All England,” tukas Okto.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini