Kemenangan Wakil Indonesia di All England 2021 Tidak Dianulir BWF

Ramdani Bur, Jurnalis · Kamis 18 Maret 2021 09:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 18 40 2379695 kemenangan-wakil-indonesia-di-all-england-2021-tidak-dianulir-bwf-Lt4kbAZ5oW.jpg Jonatan Christie kiprahnya di All England 2021 diadang aturan. (Foto: Twitter/@INABadminton)

BIRMINGHAM – Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) tidak menganulir kemenangan tiga wakil Indonesia di babak pertama All England 2021. Sebanyak tiga wakil Indonesia yang meraih kemenangan semalam, yakni Jonatan Christie, Marcus Fernaldi/Kevin Sanjaya dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan tetap mendapatkan poin.

Meski begitu, tetap saja perjuangan tiga wakil Indonesia di atas harus berhenti begitu saja. Sebab, BWF mendiskualifikasi seluruh wakil Indonesia di All England 2021, karena salah satu penumpang yang satu pesawat dengan kontingen Indonesia dinyatakan positif Covid-19.

Jonatan Christie

(Jonatan Christie raih kemenangan di laga perdana All England 2021)

“Semua hasil tetap berlaku dan undian tidak berubah. Semua lawan yang dijadwalkan di babak berikutnya diberikan kemenangan walkover,” tulis BWF di laman resmi mereka.

Karena itu, lawan Jonatan Christie, Marcus Fernaldi/Kevin Sanjaya dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan di babak 16 besar mendapatkan kemenangan WO. Alhasil, lawan-lawan wakil Indonesia tersebut melenggang mulus ke perempatfinal All England 2021.

Lantas, apa alasan tim bulu tangkis Indonesia dipaksa mundur dari All England 2021? Sejatinya, 24 pebulu tangkis Indonesia dinyatakan negatif Covid-19 setelah menjalani tes Swab PCR, setibanya di Birmingham, Inggris pada Sabtu 13 Maret 2021.

BACA JUGA: Tim Bulu Tangkis Indonesia Dipaksa Mundur dari All England 2021, Dubes RI Minta Pemerintah Inggris Transparan

Namun, menurut pernyataan BWF, di hari yang sama sebanyak 20 dari 24 pebulu tangkis Indonesia mendapat email dari National Health Service (NHS) atau otoritas kesehatan Inggris pada Sabtu 13 Maret 2021.

Dalam email itu tertulis, Praveen Jordan dan kawan-kawan mesti menjalani isolasi mandiri selama 10 hari, terhitung dari 13-23 Maret 2021. Hal itu karena ada salah satu penumpang pesawat (bukan kontingen Indonesia) yang dinyatakan positif Covid-19, dalam perjalanan dari Istanbul ke Birmingham.

Marcus Fernaldi

Menjalani isolasi mandiri selama 10 hari, sama saja menutup peluang wakil Indonesia ambil bagian di All England 2021. Meski tiga wakil Indonesia sudah melakoni pertandingan semalam dan keluar sebagai pemenang, pada akhirnya mereka dinyatakan didiskualifikasi dari All England 2021.

Selain itu, pebulu tangkis tunggal putri Turki, Neslihan Yigit kabarnya juga satu pesawat dengan kontingen Indonesia dalam perjalanan dari Istanbul ke Birmingham. Namun, ia masih diizinkan melakoni pertandingan tadi pagi dan menumbangkan wakil Prancis, Marie Batomene dengan rubber game.

“Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) dan (Federasi) bulu tangkis Inggris dapat mengonfirmasi bahwa sejumlah pemain dan anggota tim dari tim Indonesia telah dihubungi oleh layanan Tes dan Penelusuran National Health Service (NHS) Pemerintah Inggris dan diharuskan untuk mengisolasi diri dengan segera,” bunyi pernyataan pihak BWF yang dilansir dari laman resmi mereka, Kamis (18/3/2021).

“Sesuai dengan persyaratan Pemerintah Inggris, seluruh tim akan mengisolasi diri selama 10 hari sejak tanggal penerbangan masuk setelah seseorang yang melakukan perjalanan dalam pesawat dinyatakan positif Covid-19,” lanjut pernyataan BWF.

“Semua pemain Indonesia tidak akan dapat bertanding di putaran turnamen saat ini atau selanjutnya dan oleh karena itu telah ditarik dari ajang All England Open 2021,” tutup keterangan resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini