Lin Jarvis Tegaskan Pengembangan YZR-M1 Tidak Salah Jalan

Hendry Kurniawan, Jurnalis · Rabu 24 Februari 2021 07:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 24 38 2367235 lin-jarvis-tegaskan-pengembangan-yzr-m1-tidak-salah-jalan-g1t0jIXr7x.jpg Pembalap Yamaha, Maverick Vinales (Foto: MotoGP)

LESMO – Motor balap Yamaha, YZR-M1, menghadirkan kontroversi di Kejuaraan Dunia MotoGP 2020. Pasalnya, YZR-M1 keluaran lama, yakni 2019, mampu menunjukkan performa yang lebih konsisten ketimbang keluaran terbaru, 2020.

Pada musim balap kemarin, terdapat tiga pembalap Yamaha yang menggunakan YZE-M1 versi terbaru. Mereka adalah Valentino Rossi, Maverick Vinales, dan Fabio Quartararo. Sedangkan, YZR-M1 2019 hanya digunakan oleh Franco Morbidelli.

Baca juga: Quartararo: Valentino Rossi Raja MotoGP

Pada dua seri balapan pertama, YZR-M1 2020 mampu menunjukkan performa fantastis. Quartararo dan Vinales selalu tampil sebagai pemenang balapan dan runner-up di dua seri perdana tersebut.

Fabio Quartararo dan Maverick Vinales

Kendati demikian, seiring berjalannya musim, Quratararo, Vinales, dan Rossi justru mengalami penurunan performa. Sebaliknya, Morbidelli secara perlahan mampu menanjak hingga kemudian menjadi runner-up kejuaraan usai memenangkan tiga seri balapan.

Baca juga: Maverick Vinales Dituntut Lebih Agresif di MotoGP 2021

Sementara itu, para pembalap Yamaha yang menggunakan YZR-M1 tak ada yang bisa finis di jajaran lima besar klasemen akhir. Bahkan, Quartararo yang meraih tiga kemenangan juga hanya bisa menempati urutan kedelapan. Hal ini seolah membuktikan YZR-M1 2019 lebih konsisten ketimbang versi 2020.

Maka dari itu, sejumlah pihak menilai bahwa YZR-M1 2020 adalah kegagalan karena tidak mampu menampilkan performa yang lebih baik dari versi sebelumnya. Pandangan tersebut tak ayal membuat Direktur Balap Yamaha, Lin Jarvis, merasa geram.

"Kadang-kadang lebih baik bekerja dengan baik dengan bahan yang tersedia daripada terus-menerus mengembangkan dan mencari hal-hal baru. Ini selalu tentang keseimbangan," kata Jarvis, dinukil dari Motorsport Total, Rabu (24/2/2021).

"Kami mampu memenangkan tujuh balapan. Kami memenangkan empat di antaranya dengan mesin 2020. Secara statistik, kami mampu memenangi lebih banyak balapan dengan mesin baru,” lanjutnya.

Lin Jarvis

“Tapi itu selalu tergantung pada trek dan kondisi. Terkadang Anda ingin meningkatkan, tapi kalah di area lain. Sulit untuk terus berkembang," jelas pria berkebangsaan Inggris tersebut.

"Sebagai tim yang bekerja, Anda harus berkembang lebih jauh dan Anda tidak bisa melanjutkan apa yang sudah Anda miliki dan kemudian berharap menjadi kompetitif di masa depan," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini