Duel Bidadari Tunggal Putri, Aya Ohori vs Nitchaon Jindapol

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Minggu 21 Februari 2021 16:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 21 40 2365809 duel-bidadari-tunggal-putri-aya-ohori-vs-nitchaon-jindapol-oWNT9KCUjJ.jpg Aksi Aya Ohori (Foto: Instagram/@absolutbadminton)

DUNIA bulu tangkis tidak hanya dihiasi pemain-pemain dengan kemampuan di atas rata-rata, tetapi juga diwarnai atlet-atlet berwajah cantik yang mampu mencuri perhatian penonton. Sebut saja pemain tunggal putri andalan Jepang, Aya Ohori.

Pemain berusia 24 tahun itu mencuri perhatian publik Indonesia ketika membela Jepang pada ajang Asian Games 2018 di nomor beregu putri. Sebab, Aya Ohori mampu mengantarkan negaranya meraih medali emas!

Baca juga: Duel Bidadari Cantik di Ganda Campuran, Huang Yaqiong vs Goh Liu Ying

Karier bulu tangkis Aya Ohori dimulai pada usia enam tahun, sebagaimana pengakuannya kepada laman resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF). Menekuni olahraga tepok bulu sejak kecil, membuatnya memiliki segudang prestasi di level yunior.

Aya Ohori saat menjadi model (Foto: IG/@ayatoriiiii)

Pebulu tangkis bertinggi badan 169 sentimeter (cm) itu tercatat meraih dua medali emas pada Kejuaraan Bulu Tangkis Asia Yunior. Satu medali diraih pada 2012 untuk kategori tim, sementara satu lagi dimenangi pada 2013 di Kota Kinabalu, Malaysia, untuk nomor individu.

Baca juga: Sama-Sama dari Bandung, Seksi Mana Maria Vania atau Pevoli Yolla Yuliana

Sayangnya, peruntungan Aya Ohori kurang bagus ketika menginjak level dunia. Ia hanya mampu dua kali menjadi runner-up Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis Yunior pada 2012 dan 2013. Sama seperti di Asia, medali pertama diraih bersama tim, sedangkan yang kedua adalah nomor individu.

Aya Ohori sepertinya memang ditakdirkan menjadi ratu bulu tangkis di Asia. Pada Kejuaraan Bulu Tangkis Asia level senior, perempuan berusia 23 tahun itu dua kali meraih medali emas untuk nomor tim, yakni pada 2018 dan 2020.

Sementara itu, pebulu tangkis wanita asal Thailand, Nitchaon Jindapol juga tidak kalah mempesona. Pebulu tangkis berusia 29 tahun itu juga punya sederet prestasi mentereng.

Pada 2018, Jindapol sukses merebut gelar BWF World Tour pertamanya, yakni Thailand Masters. Selain itu, Jindapol mampu membantu tim bulu tangkis beregu Thailand merebut medali emas SEA Games sebanyak empat kali, yakni 2011, 2015, 2017, dan 2019.

Nitchaon Jindapol (Foto: BWF)

Sayangnya, prestasi Nitchaon Jindapol perlahan menurun. Ia lebih banyak tersingkir pada babak-babak awal turnamen BWF World Tour pada 2019. Laju terjauhnya adalah babak perempatfinal Indonesia Open dan Jepang Open 2019.

Sementara pada turnamen Thailand Open 2020 pada Januari 2021, Jindapol sudah tidak ikut serta. Praktis, turnamen terakhir yang diikutinya adalah All England Open 2020, di mana Jindapol tersisih pada babak pertama.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini