Berkat Najah Aqeel, Amerika Kini Bolehkan Pevoli untuk Kenakan Hijab

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis · Selasa 16 Februari 2021 09:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 16 43 2362748 berkat-najah-aqeel-amerika-kini-bolehkan-pevoli-untuk-kenakan-hijab-1G8wA1wvI9.jpg Najah Aqeel. (Foto: icreamconvos)

TENNESEE – Amerika Serikat kini sudah membolehkan pevoli muslim untuk mengenakan hijab saat bertanding. Awalnya hijab dilarang digunakan di Amerika karena dianggap bisa membahayakan pevoli ketika sedang bermain.

Akan tetapi, semua peraturan itu diubah karena Najah Aqeel. Aqeel sendiri adalah pevoli yang bermain di level sekolah menengah di Amerika. Ia pevoli yang menggunakan hijab di negara tersebut.

Lantas mengapa Aqeel bisa membuat Amerika pada akhirnya membolehkan pevoli muslim mengenakan hijab? Semuanya berawal dari kejadian September 2020 kemarin, di mana perempuan berusia 14 tahun itu dilarang bermain oleh wasit karena mengenakan hijab di sebuah pertandingan voli.

Baca Juga: Cantik-Cantik, Pevoli Kembar Ini Diskors dari Timnas Korea Selatan karena Kasus Bullying

Bola voli

Wasit itu melarang karena memang ada peraturan dalam Asosiasi Atletik Sekolah Menengah Tennessee (TSSAA) yang melarang penggunaan aksesoris kepala seperti halnya hijab. Dalam peraturan Federasi Nasional Asosiasi Sekolah Menengah (NFHS) pun dikatakan aksesoris yang lebarnya melebih tiga inci tak boleh dikenakan.

Pada saat itu, Aqeel pun diketahui mengenakan hijab yang lebih lebar. Karena itulah ia pun dilarang bermain. Wasit sebenarnya memberikan pilihan kepada Aqeel untuk melepas hijabnya atau tidak bermain sama sekali.

Mengetahui persyaratan itu, Aqeel memutuskan untuk tidak bermain karena ingin mempertahankan hijabnya. Gara-gara kejadian itu, pihak keluarg Aqeel tak terima dan mencoba melakukan berbagai protes kepada pihak-pihak yang terkait akan aturan pelarangan hijab tersebut.

Keluarga Aqeel pun mencoba berdiskusi dengan TSSAA, NFHS, dan Dewan Penasihat Muslim Amerika (AMAC) untuk membicarakan terkait pelarangan penggunaan hijab di pertandingan voli. Singkat cerita, semua pihak pun memutuskan untuk mencabut pelarangan penggunaan hijab itu.

“Tujuan kami adalah untuk membuat para atlet dapat berpartisipasi selama tidak ada yang mengancam keamanan. Jadi, sangat masuk akal bila melonggarkan peraturan itu (pelarangan penggunaan hijab) dan menghapus persyaratan bagi negara bagian untuk mengizinkan penggunaan penutup kepala religious,” terang Ketua Komite, Jo Auch, sebagaimana dikutip dari CNN, Selasa (16/2/2021).

Ilustrasi permainan voli

Jadi, gara-gara Aqeel dan keluarganya yang terus berjuang untuk menuntut haknya itulah yang pada akhirnya membuat kini pevoli muslim bisa mengenakan hijab di daerah negara bagian Tennessee.

Tentunya diharapkan negara-negara bagian lain di Amerika Serikat bisa mengikuti peraturan tersebut, di mana atlet voli muslim boleh mengenakan hijab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini