Quartararo Yakin Bisa Atasi Tekanan di Tim Pabrikan Yamaha

Hendry Kurniawan, Jurnalis · Selasa 16 Februari 2021 04:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 16 38 2362640 quartararo-yakin-bisa-atasi-tekanan-di-tim-pabrikan-yamaha-wonBkLnoTd.jpg Pembalap Yamaha, Fabio Quartararo (Foto: Twitter Fabio Quartararo)

LESMO Fabio Quartararo telah diresmikan sebagai pembalap pabrikan Yamaha usai tim yang berbasis di Lesmo, Italia, itu meluncurkan motor anyar mereka, Senin 15 Februari 2021 sore WIB. Quartararo pun sadar bahwa kini ia memiliki tekanan yang lebih besar.

Pembalap berpaspor Prancis itu sejatinya baru dua musim bertarung di Kejuaraan Dunia MotoGP. Dalam kurun waktu tersebut, Quartararo membela tim satelit, Petronas Yamaha SRT.

Baca juga: Jarvis Yakin Duet Vinales dan Quartararo Bisa Bawa Yamaha Berjaya di MotoGP 2021

Meski terbilang belum lama terjun ke kelas premier, namun Quartararo sudah membuat banyak orang terkesan. Di musim perdananya, ia mampu finis di posisi kelima klasemen akhir dan menyabet status Rookie of The Year.

Fabio Quartararo

Sementara itu, di ajang MotoGP 2020, Quartararo menjadi pembalap yang paling sering meraih kemenangan, yakni tiga kali. Tak ayal, hal tersebut membuat Quartararo kini diharapkan bisa mendapatkan hasil lebih baik bersama tim pabrikan.

Baca juga: Diperkuat Vinales dan Quartararo, Jarvis: Monster Energy Yamaha Lakukan Regenerasi

Menanggapi hal ini, Quartararo merasa itu adalah hal yang normal untuk menerima ekspektasi besar. Meski begitu, ia akan mencoba untuk tidak merasa terbebani.

“Dalam tim pabrikan, Anda memiliki lebih banyak tekanan, tetapi Anda juga memiliki lebih banyak dukungan. Selama pengujian, Anda mengembangkan sepeda motor lebih banyak untuk diri Anda sendiri,” jelas Quartararo, dinukil dari Speedweek, Selasa (16/2/2021).

“Di Petronas, saya memiliki segalanya, tetapi saya hanya memastikan apakah sesuatu berhasil atau tidak. Tetapi ketika Anda berada di tim pabrikan, Anda dapat berkata: 'Kami harus mengubah ini dan itu untuk menjadi lebih baik,'” lanjutnya.

“Mungkin saya lebih berada di bawah tekanan, tapi saya telah belajar banyak dalam beberapa tahun terakhir tentang bagaimana menghadapi tekanan. Dan saya yakin bahwa pada akhirnya banyak tekanan untuk menjadi pembalap yang bekerja,” papar pembalap 21 tahun itu.

Fabio Quartararo dan Maverick Vinales

Selama jeda musim dingin, Quartararo menyempatkan diri meluangkan waktunya untuk menemui psikolog. Setelah pertemuan tersebut, Quartararo pun merasa lebih tenang dan kini siap menyongsong bergulirnya MotoGP 2021.

“Saya pergi ke psikolog di musim dingin dan hasilnya bagus. Saya akan menemuinya lagi sebelum awal musim," aku Quartararo.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini