Tim Indonesia Gagal Penuhi Target di Turnamen Seri Asia, Rionny Mainaky Beri Alasan

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis · Senin 01 Februari 2021 08:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 01 40 2354168 tim-indonesia-gagal-penuhi-target-di-turnamen-seri-asia-rionny-mainaky-beri-alasan-IbljxuViQW.jpg Greysia Polii/Apriyani Rahayu. (Foto: Badminton Photo)

JAKARTA – Kabid Binpres PP PBSI, Rionny Mainaky mengakui bahwa Tim Indonesia telah gagal memenuhi target di turnamen seri Asia yang berlangsung Januari 2021. Dari tiga turnamen bulu tangkis yang berlangsung di Bangkok, Thailand itu, Indonesia hanya bisa membawa pulang satu gelar saja.

Satu gelar itu datang dari sektor ganda putri yang dipersembahkan oleh Greysia Polii/Apriyani Rahayu di ajang Yonex Thailand Open. Sementara di Toyota Thailand Open dan BWF World Tour Finals 2020, Indonesia sama sekali tak membawa pulang gelar juara.

Tentunya Rionny sedikit kecewa dengan hasil itu. Karena target awal mereka tak ada yang tercapai dan hal itu dirasa Rionny perlu untuk diperhatikan dan harus dievaluasi.

Baca Juga: Indonesia Bidik 2 Gelar di BWF World Tour Finals 2020

Greysia Polii/Apriyani Rahayu (Badminton Photo)

Bagi Rionny, ada satu alasan yang dirasanya menjadi penyebab para atlet bulu tangkis Indonesia gagal di tiga turnamen Asia itu. Alasannya Rionny melihat adanya penurunan daya juang yang diperlihatkan para perwakilan Indonesia di turnamen tersebut.

Rionny sendiri heran apa yang membuat para atlet bulu tangkis Indonesia mengalami penurunan daya juang. Ia melihat hanya pasangan Greysia/Apriyani yang masih memiliki semangat dan konsentrasi yang tinggi.

Sempat terpikirkan apakah karantina saat baru tiba di Bangkok bisa menjadi penyebab berkurangnya daya juang para atlet, namun Rionny merasa hal itu tidak mungkin. Karantina hanya membuat para pemain jadi semakin sedikit mendapatkan waktu latihan.

Jadi, kini PR utama PBSI adalah memperbaiki daya juang para atletnya. Rionny mau daya juang yang tinggio kembali diperlihatkan para atlet saat di lapangan.

Rasa tak mudah menyerah dan daya konstrasi yang tinggi perlu untuk ditingkatkan kembali, itulah yang dirasa PR utama para atlet bulu tangkis Tanah Air.

Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan

"Kalau melihat dari permainan pertama di Yonex Thailand Open, ketika mereka harus masuk karantina dulu, kemudian baru latihan, sebetulnya memang tidak terlalu mengganggu. Tapi seperti tidak bebas dari sisi latihan, dan memang waktu untuk latihannya pun sedikit," kata Rionny, mengutip dari laman resmi PBSI, Senin (1/2/2021).

"Tapi secara menyeluruh memang ada penurunan di daya juang, kecuali Greysia/Apriyani, dari sisi konsentrasinya mereka juga bisa konsisten, sampai akhirnya juara. Kalau yang lain masih terlihat goyah. Daya juang ada, tapi terlihat masih naik turun. Mau naik dan bangkit itu susah," sambung Rionny.

"Untuk Toyota Thailand Open, dengan target dua medali, justru malah kalah di semifinal dua-duanya (ganda putra dan ganda putri)," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini