Herry IP Ungkap Cara Ahsan/Hendra Jaga Fokus dan Konsentrasi

Djanti Virantika, Jurnalis · Minggu 31 Januari 2021 00:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 30 40 2353728 herry-ip-ungkap-cara-ahsan-hendra-jaga-fokus-dan-konsentrasi-GUWuOCrWDY.jpg Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan. (Foto: Badminton Photo)

BANGKOK – Pelatih ganda putra pelatnas PBSI, Herry Iman Pierngadi atau Herry IP, membeberkan cara menjaga fokus dan konsentrasi dalam bertanding. Terlebih, dalam menghadapi turnamen beruntun seperti yang terjadi di Thailand saat ini.

Herry IP mengaku bahwa dirinya lebih membebaskan Ahsan/Hendra untuk menentukan pola seperti apa yang dijalani untuk menjaga fokus dan konsentrasinya dalam bertanding. Sebab, para pemain dinilai lebih memahami kondisinya sendiri.

Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan

"Justru saya mengikuti mereka. Mereka maunya seperti apa untuk menjaga kondisinya. Mereka yang tahu kondisi badannya seperti apa. Jadi jangan pemain yang ikut pelatih. Apalagi ini pemain senior, jadi saya banyak kasih pilihan ke mereka," ujar Herry IP, sebagaimana dikutip dari laman resmi PBSI, Minggu (31/1/2021).

BACA JUGA: Hasil Lengkap Semifinal BWF World Tour Finals 2020: Indonesia Loloskan 1 Wakil ke Final

Dengan metode ini, Ahsan/Hendra pun terlihat berhasil menjaga kondisi tubuhnya hingga hampir merampungkan perjalanan mengikuti tiga turnamen beruntun di Thailand. Ahsan/Hendra baru akan mengakhirinya besok hari karena berhasil melangkahkan kaki ke babak final turnamen pamungkas di Thailand, yakni BWF World Tour Finals 2020.

Ahsan/Hendra memastikan tempat ke babak final ajang tersebut setelah mengalahkan wakil Korsel, yakni Choi Solgyu/Seo Seung Jae (Korsel). Laga tersebut dimenangkan dengan skor 23-21 dan 21-13.

Kemenangan ini membuat Ahsan/Hendra revans dari Choi/Seo. Sebab, di tiga laga sebelumnya, The Daddies -julukan Ahsan/Hendra- diketahui gagal memetik kemenangan.

Terkait kesuksesan Ahsan/Hendra revans dari Choi/Seo, Herry IP pun membeberkan kuncinya. Ia mengatakan kemenangan akhirnya bisa diraih setelah melakukan evaluasi dari dua kekalahan sebelumnya dari saat berkompetisi di Thailand.

Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan

"Selama di Thailand, sudah dua kali pertemuan (dengan Korea Selatan), dua kali kalah. Jadi selalu dievaluasi cara mainnya bagaimana. Tadi saat diterapkan bisa berhasil," jelas Herry.

"Kuncinya memang pada gim pertama, meskipun setting tapi bisa menang, jadi semangatnya lebih bertambah. Sementara yang kalah pasti lebih nge-drop. Di luar itu, strateginya cukup berhasil," tukasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini