Gugur di Fase Grup BWF World Tour Finals, Pelatih Ungkap Masalah Praveen/Melati

Bagas Abdiel, Jurnalis · Sabtu 30 Januari 2021 09:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 30 40 2353337 gugur-di-fase-grup-bwf-world-tour-finals-pelatih-ungkap-masalah-praveen-melati-78qvOrustq.jpg Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti (Foto: Badminton Photo)

BANGKOK ¬– Pelatih ganda campuran pelatnas PBSI, Nova Widianto, mengungkapkan masalah yang tengah dialami Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti di ajang BWF World Tour Finals 2020. Hal itu pun terlihat ketika keduanya menjalani laga kontra Seo Seung Jae/Chae Yujung asal Korea Selatan.

Pada laga pamungkas Grup A sektor ganda campuran tersebut, Praveen/Melati tak berdaya menghadapi Seo/Chae. Bermain di Impact Arena, Bangkok, Thailand pada Jumat 29 Januari 2021 malam WIB, Praveen/Melati menyerah dengan skor 10-21 dan 13-21.

Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti

Kekalahan itu pun membuat Praveen/Melati gagal melangkah ke babak semifinal dan menempati urutan ketiga pada klasemen akhir. Menilai performa tersebut, Nova yang bertindak sebagai pelatih akhirnya buka suara.

Nova mengakui bahwa Praveen/Melati menunjukkan performa buruk. Ia juga mengatakan bahwa pasangan peringkat empat dunia itu tidak mampu bermain dengan penuh kepercayaan diri karena ada kendala fisik yang dialami Praveen Jordan.

Baca juga Praveen/Melati Tumbang 2 Set Langsung dari Wakil Korsel di BWF World Tour Finals

Mantan pasangan Liliyana Natsir itu menyebut bahwa Praveen mengalami masalah pada tangan yang sangat berpengaruh pada penampilannya. Alhasil pemain kelahiran Bontang itu tidak dapat mengandalkan senjata utama yakni smash kencang.

“Praveen/Melati saat masuk ke lapangan seperti tidak yakin, karena Praveen tangannya bermasalah, tidak bisa smash full. Jadi mereka seperti tidak yakin duluan sejak awal masuk ke lapangan,” ungkap Nova, mengutip dari laman resmi PBSI, Sabtu (30/12/2021).

“Katanya smash tidak bisa full, tapi sudah dibantu dengan minum obat dan terapi,” tambahnya.

Namun begitu, Nova juga menilai bahwa anak didiknya itu masih harus mengalami banyak perbaikan. Pasalnya ia juga merasa bahwa Praveen/Melati telah kehilangan greget dalam permainannya.

Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti

“Keduanya memang masih banyak pekerjaan rumah. Paling penting menjaga mood, mereka kadang seakan tidak greget di lapangan,” sambungnya.

Sayangnya, rekan Praveen/Melati yakni Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja juga gagal melangkah ke babak semifinal. Pada laga penentuan, mereka takluk dari pasangan Malaysia, Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie dengan skor 21-17, 13-21, dan 13-21.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini