Legenda NBA Ungkap Alasan Memilih Nama Kareem Abdul-Jabbar Setelah Jadi Mualaf

Hendry Kurniawan, Jurnalis · Rabu 27 Januari 2021 08:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 27 36 2351430 legenda-nba-ungkap-alasan-memilih-nama-kareem-abdul-jabbar-setelah-jadi-mualaf-ASSKy7n6Kl.jpg Kareem Abdul-Jabbar (Foto: Instagram @kareemabduljabbar_33)

NEW YORK – Kareem Abdul-Jabbar merupakan salah satu pebasket terhebat yang pernah ada dalam sejarah NBA. Sepanjang kariernya, Abdul-Jabbar telah meraih enam gelar juara NBA. Meski begitu, kontroversi sempat mewarnai hidupnya.

Abdul-Jabbar sejatinya lahir di keluarga Katolik dan diberi nama Ferdinand Lewis Alcindor Jr. Akan tetapi, pada 1971, tepatnya ketika berusia 24 tahun, ia memutuskan mengambil langkah berani untuk berpindah agama menjadi Islam dan mengubah namanya.

Abdul-Jabbar mulai mempelajari Islam ketika masih berstatus mahasiswa baru di University of Calfornia pada 1968. Membaca buku Malcolm X membuat Abdul-Jabbar berusaha mencari jati dirinya sendiri. Sampai kemudian ia mendapat fakta bahwa Malcolm merupakan seorang Muslim dan Abdul-Jabbar pun mempelajari Alquran.

Baca juga: Menjadi Seorang Muslim, Ini Prinsip yang Dipegang Sabina Altynbekova

Kareem Abdul-Jabbar

“Pada tahun 1971, ketika saya berusia 24 tahun, saya masuk Islam dan menjadi Kareem Abdul-Jabbar. Artinya yang mulia, hamba dari Yang Maha Kuasa,” ujar Abdul-Jabbar, dinukil dari Saudi Gazette, Rabu (27/1/2021).

Meski begitu, keputusan Abdul-Jabbar menjadi mualaf mendapat banyak tentangan. Pasalnya, Islam bukanlah agama yang populer di Amerika Serikat pada masa itu. Justru sebaliknya, Islam mendapat pandangan miring di sana.

Bahkan, kedua orang tua Abdul-Jabbar juga tidak setuju jika anaknya memeluk agama Islam. Akan tetapi, tekad yang dimiliki oleh peraih dua gelar MVP Finals itu sudah bulat dan ia tetap mempertahankannya.

“Pertanyaan yang sering saya tanyakan adalah mengapa saya harus memilih agama yang sangat asing bagi budaya Amerika dan nama yang sulit diucapkan orang. Beberapa penggemar sangat tersinggung, seolah-olah saya telah mengebom gereja mereka sambil merobek bendera Amerika,” ungkapnya.

“Orang tua saya tidak senang dengan pertobatan saya. Meskipun mereka bukan penganut Katolik yang ketat, mereka telah membesarkan saya untuk percaya pada agama Kristen dengan Injil,” sambung Abdul-Jabbar.

Kareem Abdul-Jabbar

Abdul-Jabbar pun menjelaskan bahwa ia memilih Islam karena menurutnya itu agama yang benar. Abdul-Jabbar sendiri mengaku sakit hati dengan agama Kristen karena mendukung perbudakan di masa lampau.

“Sebenarnya, saya menolak agama yang asing bagi budaya Amerika saya dan memeluk agama yang merupakan bagian dari warisan Afrika hitam saya (Diperkirakan 15 sampai 30 persen budak yang dibawa dari Afrika adalah Muslim),” papar Abdul-Jabbar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini