Mencari Jati Diri Jadi Alasan Legenda NBA Ini Pelajari Alquran

Hendry Kurniawan, Jurnalis · Senin 25 Januari 2021 20:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 25 36 2350636 mencari-jati-diri-jadi-alasan-legenda-nba-ini-pelajari-alquran-b4tIO4D680.jpg Kareem Abdul-Jabbar (Foto: Instagram @kareemabduljabbar_33)

NEW YORK Kareem Abdul-Jabbar merupakan legenda basket NBA dan merupakan salah satu yang terhebat dalam sajarah. Akan tetapi, kontroversi sempat mewarnai hidupnya ketika Abdul-Jabbar memutuskan untuk berpindah agama menjadi Islam pada 1968.

Ketika itu karier Abdul-Jabbar sebagai pemain basket pasalnya tengah meroket. Abdul-Jabbar bahkan telah dianggap sebagai simbol bahwa orang kulit hitam Amerika bisa juga mendapat tempat dan dihargai oleh mereka yang berkulit putih.

Kendati demikian, kondisi ini justru membuat pria yang terlahir dengan nama Ferdinand Lewis Alcindor Jr itu tersadar bahwa yang orang-orang kulit putih hargai tersebut sebenarnya hanya prestasinya di dunia basket saja. Seandainya Abdul-Jabbar tak berprestasi, ia mungkin tak mendapat tempat di masyarakat kulit putih.

Baca juga: Islam Sering Disebut Teroris, Kareem Abdul-Jabbar: Ini Agama Damai

Kareem Abdul-Jabbar

“Saya menyadari bahwa Lew Alcindor yang disemangati semua orang sebenarnya bukanlah orang yang mereka bayangkan. Mereka ingin saya menjadi contoh nyata dari persamaan ras,” jelas Abdul-Jabbar, dikutip dari Saudi Gezetta, Senin (25/1/2021).

“Poster anak tentang bagaimana siapa pun dari latar belakang apa pun - terlepas dari ras, agama, atau status ekonomi - dapat mencapai impian Amerika. Bagi mereka, saya adalah bukti nyata bahwa rasisme adalah mitos,” lanjutnya.

Abdul-Jabbar kemudian mulai mencari jati dirinya yang sebenarnya. Ia membaca ‘The Autobiography of Malcolm X’ ketika masih berstatus mahasiswa baru di University of Calfornia. Abdul-Jabbar pun terpesona oleh cerita Malcolm tentang bagaimana dia menyadari bahwa dia adalah korban rasisme institusional.

Menurut pandangan Malcolm, agama Kristen adalah dasar dari budaya kulit putih yang bertanggung jawab memperbudak orang kulit hitam dan mendukung rasisme yang merasuki masyarakat.

Pandangan itulah yang kemudian membuat Abdul-Jabbar mencari tahu lebih dalam mengenai Malcolm. Sampai kemudian ia mendapat fakta bahwa Malcolm merupakan seorang Muslim dan Abdul-Jabbar pun mulai mempelajari Alquran.

Kareem Abdul-Jabbar

“Transformasi Malcolm X dari penjahat kecil menjadi pemimpin politik mengilhami saya untuk melihat lebih dekat jati diri saya dan memaksa saya untuk berpikir lebih dalam tentang identitas saya,” jelas Abdul-Jabbar.

“Islam membantunya menemukan jati dirinya dan memberinya kekuatan tidak hanya untuk menghadapi permusuhan baik dari kulit hitam maupun kulit putih, tetapi juga untuk memperjuangkan keadilan sosial. Saya mulai belajar Alquran,” ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini