Islam Sering Disebut Teroris, Kareem Abdul-Jabbar: Ini Agama Damai

Hendry Kurniawan, Jurnalis · Senin 25 Januari 2021 13:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 25 36 2350340 islam-sering-disebut-teroris-kareem-abdul-jabbar-ini-agama-damai-ZxQX9HRBND.jpg Kareem Abdul-Jabbar (Foto: Instagram @kareemabduljabbar_33)

BUKAN rahasia lagi bahwa banyak terjadi Islamofobia di negara-negara Barat, seperti di Eropa dan Amerika Serikat. Banyak yang masih berpandangan bahwa Islam adalah agama teroris yang menyerukan kekerasan.

Kondisi tersebut pada akhirnya membuat legenda basket NBA, Kareem Abdul-Jabbar, angkat bicara. Dengan tegas Abdul-Jabbar menyebut bahwa Islam adalah agama damai.

Sebagai informasi, Abdul-Jabbar merupakan seorang mualaf. Peraih gelar juara NBA sebanyak enam kali itu terlahir di keluarga Katolik, namun kemudian memilih memeluk Islam pada 1968.

Baca juga: Kareem Abdul-Jabbar Ungkap Perjuangannya Memeluk Islam

Kareem Abdul-Jabbar

Selama mempelajari Islam, Abdul-Jabbar mendapati bahwa agama yang kini dipeluknya tersebut selalu mengajarkan kasih sayang. Islam tidak pernah mengajarkan pembunuhan tanpa alasan sebagaimana yang dilakukan para teroris.

“Islam adalah agama damai, Islam tidak mentolerir pembunuhan tanpa alasan,” terang Abdul-Jabbar, sebagaimana dilansir dari majalah Time, Senin (25/1/2021).

“Perlu diketahui bahwa serangan teroris ini bukan tentang agama. Kita harus mencapai titik di mana kita berhenti membawa Islam ke dalam diskusi ini. Saya tahu kita belum ada di sana karena banyak penduduk Barat tidak memahami agama Islam," lanjutnya.

Menurutnya, Islam hanya dijadikan tameng sekaligus kambing hitam dalam kasus terorisme ini. Di satu sisi, pihak yang meneror mengatasnamakan Islam untuk melakukan perbuatan terkutuk mereka.

Sementara itu di sisi lain, banyak negara di dunia yang pada akhirnya menyalahkan Islam atas hal-hal buruk yang terjadi. Maka dari itu, Abdul-Jabbar mengajak orang-orang untuk membuka mata dan mengenal Islam yang sesungguhnya, sebuah agama yang cinta damai.

Kareem Abdul-Jabbar

Meskipun semua pihak di Amerika Serikat telah menjelaskan bahwa ekstremis telah menyalahgunakan Islam sebagai kedok, namun Abdul-Jabbar menilai Islamofobia masih meningkat di negara asalnya tersebut.

“Pengetahuan (utamanya tentang Islam) akan memungkinkan semua orang untuk memahami apa sebenarnya yang sedang kita hadapi,” papar Abdul-Jabbar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini