Kecantikan Pevoli Sabina Altynbekova Pernah Dieksploitasi di Jepang

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis · Jum'at 22 Januari 2021 03:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 22 43 2348753 kecantikan-pevoli-sabina-altynbekova-pernah-dieksploitasi-di-jepang-vDr2TiHK00.jpg Pevoli cantik, Sabina Altynbekova. (Foto: Instagram/altynbekova_20)

NURSULTAN Sabina Altynbekova pernah membela salah satu klub voli di Jepang. Klub yang dibela Sabina pada medio 2015 itu adalah GSS Sunbeams. Pevoli cantik itu bisa bermain di Jepang karena berawal dari kepopulerannya usai tampil di sebuah kompetisi pada 2014 silam.

Kompetisi yang dimaksud adalah Kejuaraan Voli Juniar Asia di Taipei, Taiwan. Pada saat itu Sabina tepatnya membuat heboh kejuaraan tersebut dan bahkan dunia karena kecantikannya yang keterlaluan.

Berkat kecantikan dan kehebatannya itulah sebuah agen olahraga dari Jepang pun langsung tertarik untuk merekrutnya. Agen tersebut bernama Dentsu dan mereka mencoba mendekat Sabina pada 2015 silam.

Baca Juga: Makin Tersohor, Sabina Altynbekova Tetap Kurang Nyaman Umbar Kehidupan Pribadi di Medsos

Sabina Altynbekova

Bak gayung bersambut, penawaran Dentsu mendapatkan respons yang baik oleh Sabina yang pada tahun tersebut baru berusia 19 tahun. Sabina dan Dentsu sepakat untuk menjalin kerja sama selama kurang lebih satu tahun lamanya.

Dalam perjanjian itu, diketahui Sabina mendapatkan kesempatan untuk bermain di klub voli Jepang, yakni GSS Sunbeams. Bersama GSS Sunbeams, Sabina pun bermain untuk kompetisi Japan Challenge League II.

Sayangnya, banyak laporan yang mengatakan bahwa Dentsu sebenarnya hanya memanfaatkan paras cantik Sabina untuk dijadikan ajang promosi mereka. Sebab banyak sekali kerja sama yang dilakukan Dentsu bersama beberapa perusahaan lainnya untuk bisa mendapatkan jasa Sabina.

Menurut laporan dari Campaign Asia, salah satu perwakilan Dentsu, Kazunori Nagasawa bahkan sempat mengatakan bahwa para atlet yang berada di naungan agen perusahaan mereka tidak hanya fokus di aktivitas olahraga saja. Nagasawa mengatakan meningkatkan nama sang atlet juga tak kalah pentingnya.

Nagasawa pun juga memastikan perusahaan mereka tidak mengurung keuntungan seorang diri dalam kerja sama tersebut. Nagasawa menyebut Dentsu juga memberikan keuntungan yang besar untuk para atletnya, termasuk kepada Sabina.

Sabina Altynbekova saat bermain di Jepang

Kendati begitu, bila membahas keuntungan, maka tetap saja Dentsu yang paling banyak mendapatkan keuntangan. Meski nominalnya dirahasiakan oleh pihak Dentsu, namun mereka mengakui bahwa sebagai pemegang hak pemasaran eksklusif Sabina, mereka mendapatkan keuntungan yang amat besar.

Untungnya kini Sabina sudah tak lagi berada di bawah naungan Dentsu. Sabina pun sudah lama pergi dari GSS Sunbeams. Untuk sekarang ini, Sabina belum diketahui akan membela klub voli mana. Sebelumnya ia sebenarnya sudah menandatangani kontrak dengan tim asal Italia, Volalto Caserta, namun karena masalah keungan di klub tersebut, Sabina pun gagal bermain di Negeri Menasa Pisa.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini