Carlo Pernat Pernah Dianggap Penipu Gara-Gara Valentino Rossi

Hendry Kurniawan, Jurnalis · Senin 11 Januari 2021 03:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 10 38 2342158 carlo-pernat-pernah-dianggap-penipu-gara-gara-valentino-rossi-4ZoT4lTRwo.jpg Pembalap Yamaha, Valentino Rossi (Foto: MotoGP)

LONDON – Valentino Rossi merupakan sosok pembalap yang telah menjadi ikon MotoGP. Kendati begitu, Valentino Rossi tak akan menjadi pembalap besar seperti sekarang jika bakatnya tidak ditemukan oleh seorang yang luar biasa bernama Carlo Pernat.

Bisa dibilang, Pernat adalah orang pertama yang melihat Valentino Rossi memiliki potensi untuk menjadi seorang pembalap top. Pernat mengungkapkan bahwa ia menemukan Valentino Rossi saat pembalap berjuluk The Doctor itu masih berusia 16 tahun. Kala itu, Pernat merupakan direktur olahraga dari tim Aprilia.

Tak ayal, begitu ia melihat performa Valentino Rossi di lintasan, Pernat pun tertarik untuk merekrutnya. Saat itu, Pernat melihat Valentino Rossi melintas seperti salah satu legenda balap motor grand prix, Kevin Schwantz.

Baca juga: MotoGP 2020 Tidak Bisa Diprediksi Bukan karena Ban Michelin, tapi Marquez

Valentino Rossi

Saat Pernat menemukan Rossi, ia sebenarnya telah merekrut Max Biaggi lebih dulu. Akan tetapi, pada 1996, Biaggi telah mentas di kelas 250cc, sedangkan Valentino Rossi baru akan menjajal kelas 125cc.

“Dia (Valentino Rossi) tetap seperti yang saya kenal. Saat itu saya bertanggung jawab untuk Aprilia sebagai Direktur Olahraga, jadi saya agak dikejar-kejar oleh para pembalap,” ungkap Pernat, dinukil dari Tutto Motori Web.

“Saya telah merekrut Biaggi sebelumnya. Saya pergi menemui Valentino Rossi dan sangat terkesan. Rasanya seperti Kevin Schwantz, dia menggunakan motor itu seperti sepeda,” lanjutnya.

Kendati demikian, Pernat justru sempat dianggap penipu oleh pemilik Aprilia pada saat itu. Sebab, Pernat langsung memberikan kontrak jangka panjang selama tiga tahun kepada pembalap yang masih berusia 16 tahun.

Meski begitu, kepercayaan Pernat akhirnya dijawab oleh Valentino Rossi. Pada musim perdananya, Valentino Rossi hanya bisa finis kesembilan di klasemen akhir pembalap. Namun, pada musim berikutnya, The Doctor tampil sebagai juara. Sejak saat itu, sejarah Valentino Rossi pun dimulai.

Valentino Rossi

“Dia melintas ke sana-sini, melakukan pergerakan yang tidak mungkin, dan saya memberinya kontrak tiga tahun. Saya benar-benar ingat bahwa pemilik Aprilia menganggap saya membodohinya karena telah membuat kontrak tiga tahun dengan seorang bocah lelaki berusia 16 tahun," sambungnya.

Hingga saat ini Valentino Rossi masih berkarier sebagai pembalap MotoGP. Di ajang MotoGP 2021, Valentino Rossi akan menjadi pembalap tertua di lintasan dengan usia 42 tahun. The Doctor bahkan akan bersaing dengan adik tirinya, Luca Marini, yang berusia 18 tahun lebih muda.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini