Andrea Dovizioso Merasa Terasing di Ducati

Hendry Kurniawan, Jurnalis · Senin 11 Januari 2021 00:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 10 38 2342151 andrea-dovizioso-merasa-terasing-di-ducati-HgQzc9WjHo.jpg Andrea Dovizioso (Foto: MotoGP)

ROMA – Andrea Dovizioso sudah bukan lagi bagian dari Ducati. Sebab, masa kontrak pembalap berusia 33 tahun itu dengan Ducati telah berakhir seusai Kejuaraan Dunia MotoGP 2020.

Dovizioso sejatinya sudah membela Ducati selama delapan musim. Dalam kurun waktu tersebut, Dovizioso mampu meraih 40 podium. Torehan tersebut membuatnya menjadi pembalap Ducati tersukses kedua dalam sejarah, setelah Casey Stoner.

Meski Dovizioso tak pernah menjadi juara dunia MotoGP, namun ia mencatatkan diri sebagai runner-up kejuaraan selama tiga musim beruntun, yakni 2017-2019. Sayangnya, perpisahan Dovizioso dengan tim yang bermarkas di Borgo Panigale tersebut sedikit diwarnai sedikit persoalan.

Baca juga: MotoGP 2020 Tidak Bisa Diprediksi Bukan karena Ban Michelin, tapi Marquez

Andrea Dovizioso

Dovizioso beranggapan bahwa keberadaannya sudah tidak diinginkan lagi di Ducati. Adapun Manajer Umum Ducati, Gigi Dall’Igna, dianggap Dovizioso sebagai sosok yang membuat tim balap asal Italia itu tidak memberikan kontrak baru kepadanya.

Menurut Dovizioso, Dall’Igna adalah orang yang memiliki wewenang untuk menetapkan siapa pembalap yang berada di dalam tim. Maka dari itu, ketika kehadiran Dovizioso sendiri seperti diasingkan, ia menuding Dall’Igna sebagai penyebabnya.

Dovizioso tidak memungkiri bahwa Dall’Igna adalah sosok yang hebat di dunia balap. Sebab, ia mampu mengumpulkan para insinyur terbaik untuk bekerja di Ducati. Hanya saja, Dovizioso merasa diasingkan karena pengaruh Dall’Igna.

“Saya selalu mengakui kualitas dan keterampilan sebagian besar insinyur di departemen balap Ducati. Mereka sangat sadar, cerdas, orang Italia,” ujar Dovizioso, dikutip dari Speedweek, Senin (11/1/2021).

“Anda selalu mencoba memikirkan hal lain. Dan dari sudut pandang saya, Gigi sangat, sangat pandai mendapatkan banyak dari mereka. Itu adalah nilai tambah yang besar,” lanjutnya.

Andrea Dovizioso

“Tetapi saya selalu kesulitan untuk meyakinkan mereka untuk mengakomodasi saya dalam pengembangan, meskipun saya telah menjalin hubungan yang sangat baik dengan insinyur tertentu," pungkas Dovizioso.

Dovizioso sejatinya pernah menjadi pembalap yang sangat diandalkan Ducati. Ia bahkan diberi julukan DesmoDovi, yang merupakan gabungan nama dirinya dengan motor balap Ducati, Desmosedici. Namun, romatisme itu kini telah berakhir.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini