MotoGP 2020 Tidak Bisa Diprediksi Bukan karena Ban Michelin, tapi Marquez

Hendry Kurniawan, Jurnalis · Minggu 10 Januari 2021 17:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 10 38 2342093 motogp-2020-tidak-bisa-diprediksi-bukan-karena-ban-michelin-tapi-marquez-ubs4psqYws.jpg Pembalap Honda, Marc Marquez (Foto: MotoGP)

ROMA – Kejuaraan Dunia MotoGP 2020 merupakan turnamen balap yang tidak bisa diprediksi. Pasalnya, terdapat sembilan pembalap berbeda yang mencatatkan diri sebagai pemenang di sepanjang musim tersebut.

Melihat kondisi di atas, dapat disimpulkan bahwa para pembalap kesulitan untuk bisa tampil konsisten di level terbaiknya. Banyak pihak menduga hal ini terjadi karena ban baru Michelin yang digunakan memiliki sejumlah masalah.

Penggunaan ban anyar Michelin tersebut disinyalir membuat para pembalap kesulitan untuk bisa menampilkan performa terbaiknya secara konsisten. Beberapa di antara mereka bahkan mengeluhkan soal cengkeraman pada ban belakang.

Baca juga: 5 Momen yang Selalu Diingat Valentino Rossi, Nomor 1 Hampir Hilang Nyawa

MotoGP 2020

Meski begitu, Manajer Tim Pramac, Francesco Guidotti, tidak berpikir demikian. Menurutnya, banyaknya pembalap yang secara bergantian memenangkan balapan disebabkan oleh absennya rider Repsol Honda, Marc Marquez, yang mengalami cedera.

Hilangnya Marquez telah membuat kejuaraan menjadi lebih kompetitif karena para pembalap yang bertarung berada di level yang sama. Menurut Guidotti, hal ini sudah terjadi sejak musim-musim sebelumnya.

Pada MotoGP 2019 misalnya, Marquez tampil gemilang dengan memenangkan 12 seri dari total 19 balapan yang diselenggarakan. Akan tetapi, seandainya nama Marquez dihilangkan dan melihat siapa pembalap yang finis di posisi kedua, maka didapati juga banyak nama yang berbeda.

"Itu adalah kejuaraan yang tidak biasa. Jika kita melihat 2019, kita melihat bahwa Marquez memenangkan kejuaraan dengan poin dua kali lebih banyak dari Vinales, yang finis ketiga,” jelas Guidotti, dilansir dari Motorsport Total, Minggu (10/1/2021).

“Jika Anda menyingkirkan Marquez, pembalap lain bergantian memperebutkan podium. Begitulah di tahun-tahun lainnya. Ini bukan opini tapi analisis berdasarkan fakta,” paparnya.

Marc Marquez

“Jika Anda mengeluarkan Marquez, fluktuasi pembalap lain menjadi lebih jelas. Pemenang selalu menarik lebih banyak perhatian daripada tempat kedua atau ketiga," lanjut pria asal Italia tersebut.

"Terlepas dari beberapa balapan, ban baru tidak terlalu mengacaukan kejuaraan. Absennya Marquez yang memberi sembilan pembalap berbeda kesempatan untuk memenangkan balapan dan lainnya membawa pembalap ke podium," pungkas Guidotti.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini