Dovizioso Merasa Sudah Tidak Diinginkan Ducati sejak Pertengahan 2019

Hendry Kurniawan, Jurnalis · Minggu 10 Januari 2021 16:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 10 38 2342070 dovizioso-merasa-sudah-tidak-diinginkan-ducati-sejak-pertengahan-2019-gfYOCkoItp.jpg Andrea Dovizioso (Foto: MotoGP)

ROMA – Andrea Dovizioso pergi meninggalkan Ducati setelah berakhirnya Kejuaraan Dunia MotoGP 2020. Pasalnya, masa kontrak pembalap 33 tahun itu dengan Ducati sudah selesai dan tak ada kesepakatan untuk melanjutkan kerja sama.

Kendati demikian, Dovizioso nyatanya merasa sudah tidak diingan Ducati sejak pertengahan 2019. Menurut pembalap yang pernah dijuluki DesmoDovi itu, ada satu orang di Ducati yang tidak menyukainya dan dia adalah Gigi Dall’Igna yang menjabat sebagai manajer umum.

Menurut penuturan Doviziso, Dall’Igna adalah orang yang paling berwenang untuk mengatur komposisi pembalap di dalam tim. Dalam artian, jika Dall’Igna menetapkan seorang pembalap untuk bertahan, maka Ducati akan mengikutinya dan menyodorkan kontrak baru. Begitu pun sebaliknya.

Baca juga: Sinar Marc Marquez Bikin Pembalap Lain Tak Terlihat

Andrea Dovizioso

Hanya saja, Dovizioso ternyata punya sedikit masalah dengan Dall’Igna. Hal ini terjadi pada pertengahan 2019. Ketika itu Dovizioso berama dengan Dall’Igna dan insinyur Ducati mengadakan rapat untuk membahas hal-hal teknis.

Sayangnya, dalam pertemuan tersebut justru terjadi friksi yang menyebabkan perbedaan pendapat. Mengejutkannya, setelah pertemuan tersebut, Dall’Igna mengatakan bahwa kedua belah pihak, yakni Ducati dan Dovizioso, tak ingin lagi bekerja sama.

Dari situlah Dovizioso memahami bahwa kehadirannya di Ducati sudah tidak diinginkan oleh Dall’Igna. Maka dari itu, ketika Ducati sempat menggantungkan nasibnya, Dovizioso pun mengambil keputusan untuk tidak memperbarui kontraknya.

“Itu seharusnya pertemuan teknis. Ada berbagai ide, friksi, dan kami ingin bertemu dengan semua teknisi. Jadi itu dimulai seperti pertemuan teknis, tetapi berakhir dengan semacam pertengkaran di antara kami berdua,” beber Dovizioso, dinukil dari Speedweek, Minggu (10/1/2021).

Gigi DallIgna

“Saya tidak yakin bagaimana menjelaskannya, tapi Gigi merasa dipukul, diserang. Dari sudut pandang saya, itulah saat dia menutup pintu. Tapi dia melakukannya dengan diam,” lanjut pembalap berpaspor Italia tersebut.

Dovizioso sejatinya juga sempat dibuat kesal karena merasa difitnah, Sebab, Dall’Igna mengatakan bahwa Dovizioso sudah kehilangan motivasinya sebagai pembalap. Padahal, Dovizioso masih ingin bertarung memperebutkan gelar juara.

“Dan apa yang dia katakan sekarang menegaskan hal itu. Namun, pada tahun 2020, motivasi saya dibahas. Sekarang kami tahu bahwa itu tidak benar," tandas Dovizioso.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini