Meski Belum Konsisten, Ducati Tetap Percaya pada Bagnaia di MotoGP 2021

Ezha Herdanu, Jurnalis · Minggu 10 Januari 2021 06:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 10 38 2341778 meski-belum-konsisten-ducati-tetap-percaya-pada-bagnaia-di-motogp-2021-G3ZIEn4TnF.jpg Francesco Bagnaia (Foto: motogp.com)

BOLOGNA – Direktur Olahraga Ducati Corse, Paolo Ciabatti, menegaskan timnya bakal menaruh kepercayaan tinggi kepada salah satu pembalap mereka, yakni Francesco Bagnaia, di MotoGP musim 2021. Meski Ciabatti sadar Bagnaia memang belum menunjukkan performa mengesankan sejauh ini.

Sebagaimana diketahui, Bagnaia sendiri memang debutnya di kelas MotoGP pada musim 2019. Ya, Bagnaia pada saat itu berkesempatan untuk membela Tim Pramac Ducati untuk menjadi tandem Danilo Petrucci.

Ketika memutuskan menerima tawaran bergabung dengan Tim Pramac Ducati, banyak yang memprediksi bahwa Bagnaia bakal langsung kompetitif. Terlebih Bagnaia hadir di MotoGP 2019 dengan status juara dunia Moto2 musim sebelumnya.

Francesco Bagnaia

Akan tetapi sayangnya, performa Bagnaia bersama Tim Pramac Ducati tidak terlalu mengesankan. Meski begitu, Bagnaia tetap mendapatkan kepercayaan dari manajemen Ducati untuk membela tim pabrikan di MotoGP 2021.

Keputusan manajemen Ducati memilih Bagnaia sebagai tandem Jack Miller di MotoGP 2021 pun sontak mendapatkan kritikan. Meski begitu bukan berarti Tim Ducati tidak menaruh kepercayaan yang tinggi kepada Bagnaia.

Baca Juga: Ciabatti Kenang Momen Terbaik Ducati Bersama Dovizioso 

Bahkan, Ciabatti menegaskan bahwa Tim Ducati memiliki keyakinan yang sangat besar kepada Bagnaia untuk tampil kompetitif di MotoGP 2021. Pasalnya Ciabatti sendiri menilai bahwa Bagnaia sejatinya merupakan salah satu pembalap paling bertalenta pada saat ini.

“Bagnaia mengalami musim yang berat pada 2019 di Pramac. Jika membandingkan performanya dengan Fabio (Quartararo), maka Anda harus ingat Pecco meraih lebih banyak kemenangan ketimbang Fabio di Moto2,” jelas Ciabatti, seperti disadur dari GPOne, Minggu (10/1/2021).

“Akan tetapi, debutan Ducati memang biasanya lebih kesulitan ketimbang debutan Yamaha, dan ini sangat bisa dipahami. Bagnaia finis ketujuh dalam balapan pertama di Jerez. Pada balapan kedua, ia bisa finis kedua andai tak mengalami kerusakan mesin,” sambungnya.

“Kemudian, ia mengalami kecelakaan di Brno, cedera, dan absen tiga balapan. Lima pekan usai operasi kaki, ia kembali di Misano dan finis kedua, podium perdananya di kelas tertinggi. Sepekan setelahnya ia jatuh saat memimpin balapan.”

Francesco Bagnaia

“Maverick Vinales takkan bisa mengejarnya andai ia tak jatuh. Namun, jelas Anda harus finis balapan demi meraih hasil baik. Bisa dibilang awal musim 2020, performa Bagnaia benar-benar fantastis. Ia mengendarai Ducati dengan cara yang baik.”

“Usai Misano, ia sering jatuh, kehilangan kepercayaan diri, dan tak menemukan perasaan 100% lagi di atas motornya. Namun, kami yakin ia punya talenta hebat. Kami percaya ia bisa naik podium lagi dan bahkan memenangkan balapan,” tuntas pria berkebangsaan Italia tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini