Profil Agripinna Prima, Eks Partner Marcus Gideon yang Terlibat Kasus Pengaturan Skor

Bagas Abdiel, Jurnalis · Jum'at 08 Januari 2021 16:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 08 40 2341230 profil-agripinna-prima-eks-partner-marcus-gideon-yang-terlibat-kasus-pengaturan-skor-Ivqi81d1ON.jpg Agripinna Prima Rahmanto Putra dan Marcus Fernaldi Gideon (Foto: PBSI)

JAKARTA – Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) membuat pengumuman mengejutkan terkait delapan pebulu tangkis Indonesia yang terlibat dalam pengaturan skor pertandingan. Salah satu pemain yang ikut terlibat di dalamnya adalah Agripinna Prima Rahmanto Putra.

Berdasarkan laman resmi BWF, kedelapan pemain tersebut adalah Hendra Tandjaya, Ivandi Danang, Androw Yunanto, Sekartaji Putri, Mia Mawarti, Fadila Afni, Aditiya Dwiantoro, dan Agripinna Prima Rahmanto. Nama Agripinna pun menjadi sorotan karena ia salah satu pemain yang cukup terkenal pada era 2011-2012.

Bulu Tangkis

Agripinna sendiri terlibat dalam kasus ini karena terbukti melakukan perjudian yang difasilitasi oleh Hendra Tandjaya. Sementara sosok Hendra sendiri merupakan pebulu tangkis yang terlibat langsung dalam pengaturan hasil pertandingan bersama rekan-rekannya tersebut.

Akibat tindakan indiplisiner tersebut, Agripinna akhirnya mendapat hukuman dari BWF dengan skorsing selama enam tahun. Selain itu, ia mendapat denda dengan biaya USD3.000.

Baca juga PBSI Pastikan 8 Pemain yang Terlibat Kasus Pengaturan Skor Bukan Pemain Pelatnas

Pada kasus ini, sosok Agripinna sendiri mendapat sorotan karena ia merupakan mantan partner dari Marcus Fernaldi Gideon. Bahkan keduanya sempat menorehkan beberapa prestasi dengan menjuarai Singapura International 2011 dan Iran Fajr International 2012.

Bahkan prestasinya sempat berlanjut hingga 2013, di mana keduanya sempat menduduki ranking 25 dunia. Setelah Marcus sempat memutuskan mundur pada 2013, Agripinna sempat berpasangan dengan Hardianto hingga merebut gelar titel runner-up di Indonesia International.

Pada 2010, Agripinna berhasil masuk ke pelatnas dan menunjukkan perkembangan yang signifikan. Akan tetapi, pada 2013, pemain kelahiran 20 Januari 1991 itu didegradasi oleh PBSI dan keluar dari pelatnas Cipayung.

Karena itu, dalam kasus ini, Agripinna sudah tidak berstatus sebagai pemain Pelatnas PBSI ketika melakukan pelanggaran. Hal itu pun telah disampaikan oleh Ketua Bidang Humas dan Media PBSI, Broto Happy.

Bulu Tangkis

“Termasuk ketika melakukan judi, saat itu mereka kapasitasnya juga bukan pemain pelatnas. Itu bisa dipastikan,” ucap Broto Happy saat dihubungi Okezone.

Setelah keluar dari pelatnas, Agripinna juga masih sempat aktif di bulu tangkis dan berpasangan dengan Markis Kido. Ia juga sempat bermain di ganda campuran bersama Apriani Rahayu pada 2016.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini