PBSI Pastikan 8 Pemain yang Terlibat Kasus Pengaturan Skor Bukan Pemain Pelatnas

Bagas Abdiel, Jurnalis · Jum'at 08 Januari 2021 15:51 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 08 40 2341179 pbsi-pastikan-8-pemain-yang-terlibat-kasus-pengaturan-skor-bukan-pemain-pelatnas-QRBurwiNKH.jpg Ilustrasi Bulu Tangkis

JAKARTA – Persatuan Bulu Tangkis Indonesia (PBSI) memastikan delapan pemain yang terlibat dalam kasus pengaturan skor dan pertandingan bukanlah pemain Pelatnas Cipayung. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Bidang Humas dan Media PBSI, Broto Happy.

Kedelapan pemain yang terlibat dalam kasus tersebut adalah Hendra Tandjaya, Ivandi Danang, Androw Yunanto, Sekartaji Putri, Mia Marwati, Fadila Afni, Aditiya Dwiantoro, dan Agripinna Prima Rahmanto.

Ilustrasi Bulu Tangkis

Pelanggaran tersebut diungkapkan langsung oleh BWF melalui laman resminya pada Jumat (8/1/2021). BWF menyatakan memulai investigasi terhadap delapan pemain Indonesia itu setelah mendapat laporan dari whistleblower.

Alhasil hukuman berat pun harus diterima kedelapan pemain tersebut. Tiga dari delapan pebulu tangkis mendapat skorsing tidak boleh terlibat dalam kegiatan bulu tangkis seumuru hidup. Sedangkan yang lain diskors selama enam hingga 12 tahun dan denda masing-masing antara USD3.000 hingga USD12.000.

Baca juga PBSI Kutuk Tindakan 8 Pebulu Tangkis Indonesia yang Terlibat Kasus Pengaturan Skor

Broto menegaskan bahwa kedelapan pebulu tangkis tersebut bukan berstatus sebagai pemain Pelatnas PBSI. Termasuk ketika mereka melakukan pelanggaran tersebut, para pebulu tangkis juga tidak berstatus sebagai pemain Pelatnas Cipayung.

“Intinya apa yang dilakukan delapan pemain yang tertangkap terkait pengaturan skor itu bisa dipastikan mereka bukan pemain Pelatnas Cipayung saat ini,” ucap Broto Happy saat dihubungi Okezone, Jumat (8/1/2021).

“Termasuk ketika melakukan judi, dan saat itu mereka kapasitasnya juga bukan pemain pelatnas. Itu bisa dipastikan,” sambungnya.

Lebih lanjut, PBSI mengutuk perbuatan tidak terpuji yang dilakukan kedelapan pemain tersebut. Kasus tersebut telah mencoreng olahraga bulu tangkis, termasuk nama baik Indonesia.

Ilustrasi Bulu Tangkis

“Yang pasti PBSI mengutuk tindakan yang tidak sportif yang dilakukan pemain ini. Padahal dalam bulu tangkis diajarkan kejujuran, fair play, respect, dan mereka mencederai itu,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Broto menegaskan bahwa kedelapan pemain tersebut telah menjalani hukuman skorsing sejak tahun lalu. Hal itu juga telah disampaikan BWF dalam pernyataan resmi sebelumnya tentang masa hukuman skorsing yang telah dimulai sejak 18 Januari 2020.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini