BWF Ungkap 8 Pebulu Tangkis Indonesia Terlibat Kasus Pengaturan Skor

Bagas Abdiel, Jurnalis · Jum'at 08 Januari 2021 13:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 08 40 2341048 bwf-ungkap-8-pebulu-tangkis-indonesia-terlibat-kasus-pengaturan-skor-7YpApluryI.jpg Ilustrasi Bulu Tangkis

KUALA LUMPUR – Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) mengungkap delapan pebulu tangkis Indonesia terlibat dalam kasus pengaturan skor. Melalui laman resminya, Jumat (9/1/2021) siang WIB, BWF mengumumkan dua kasus integritas di dunia bulu tangkis.

Salah satunya melibatkan delapan pebulu tangkis Tanah Air yang berkiprah di kompetisi internasional level bawah yang berlangsung di kawasan Asia. Sidang kasus tersebut pun baru rampung pada akhir 2020 dan hari ini BWF membuat keputusan resmi.

Ilustrasi Bulu Tangkis

“Delapan pemain Indonesia yang saling mengenal, dan berkompetisi di ajang internasional level bawah yang sebagian besar di Asia hingga 2019, melanggar Pertaruran Integritas BWF terkait pengaturan pertandingan, manipulasi pertandingan dan atau taruhan bulu tangkis,” tulis pernyataan BWF.

BWF pun mengungkapkan secara langsung nama-nama pebulu tangkis tersebut dalam hasil putusannya. Kedelapan atlet tersebut adalah Hendra Tandjaya, Ivandi Danang, Androw Yunanto, Sekartaji Putri, Mia Marwati, Fadila Afni, Aditiya Dwiantoro, dan Agripinna Prima Rahmanto.

Baca juga Kevin Sanjaya Terpapar Covid-19, BWF Komentari Absennya Minions di Thailand

Lebih lanjut, BWF mengatakan bahwa tiga dari delapan pemain telah melakukan koordinasi pengaturan skor kepada orang lain. Akibatnya, mereka pun diskors dari semua kegiatan yang berhubungan dengan bulu tangkis seumur hidup.

Ketiganya adalah Hendra Tandjaya, Ivandi Danang, dan Adnrow Yunanto. Jumlah pelanggaran terberat ditemukan pada Hendra Tandjaya yang mulai terlibat dalam pengaturan hasil pertandingan sejak 2015 hingga 2017.

Sementara lima pemain lainnya diskors dari keterlibatan dalam dunia bulu tangkis antara enam sampai 12 tahun. Tak hanya itu, masing-masing kelima pemain tersebut juga mendapat denda antara USD3.000 hingga USD12.00.

Ada pun sorotan tajam tertuju pada Agripinna Prima yang cukup berprestasi pada era 2011-2012. Kala itu, ia pernah berpasangan dengan Marcus Fernaldi Gideon dengan menjuarai Singapura Internasional 2011 dan Iran Fajr Internasional 2012.

Agripina Prima Putra Rahamanto

Berkat terlibat dalam kasus ini, Agripinna mendapat skors selama enam tahun dan didenda USD3.000. Jangka waktu enam tahun skorsing tersebut telah dimulai pada 18 Januari 2020. Bahkan bukan hanya hukuman Agripinna, tetapi tujuh pemain lainnya.

Meski begitu, atlet memiliki hak untuk mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) atas hukuman tersebut. Atlet dapat melakukannya dalam waktu 21 hari sejak pemberitahuan keputusan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini