Valentino Rossi Ingin Buktikan Yamaha Telah Salah Mendepaknya

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Rabu 06 Januari 2021 01:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 05 38 2339500 valentino-rossi-ingin-buktikan-yamaha-telah-salah-mendepaknya-i2GDRT7iHw.jpg Valentino Rossi melaju di Sirkuit Red Bull Ring (Foto: Yamaha MotoGP)

MADRID – Petualangan baru bersama Tim Petronas Yamaha SRT pada Kejuaraan Dunia MotoGP 2021 membawa angin segar untuk Valentino Rossi. Menurut rekan senegaranya, Loris Capirossi, motivasi The Doctor bakal berlipat ganda musim depan. Selain kompetitif, ia ingin membuktikan Yamaha telah salah.

Seperti diketahui, Valentino Rossi memang akan memperkuat Petronas Yamaha SRT pada Kejuaraa Dunia MotoGP 2021. Pembalap berusia 41 tahun itu dikontrak selama setahun dengan opsi perpanjangan untuk setahun berikutnya.

Petronas Yamaha SRT akan menjadi tim satelit kedua yang dibela Valentino Rossi sepanjang kariernya di kelas premier. Tim pertama adalah Nastro Azzurro Honda yang dibelanya pada Kejuaraan Dunia MotoGP (500cc) 2000, saat naik kelas.

Baca juga: Kenny Roberts: Bakat Jorge Lorenzo Tak Sehebat Valentino Rossi

Valentino Rossi berseragam Petronas Yamaha (Foto: Twitter/@sepangracing)

Tak lagi membela tim pabrikan Monster Energy Yamaha, tekanan yang dirasakan Valentino Rossi memang akan berkurang. Namun, sang pembalap tentu membawa motivasi tersendiri dalam kiprahnya musim depan, yakni membuktikan bahwa Yamaha telah salah membuangnya.

“Dengan bergabung dari tim pabrikan ke Petronas, menurut saya, dia akan mencetak hasil-hasil yang lebih bagus dibandingkan MotoGP 2020,” tutur Loris Capirossi, dikutip dari Speedweek, Rabu (6/1/2021).

“Lagipula, dia membawa motivasi ganda untuk membuktikan kepada Yamaha, bahwa mereka telah salah membuangnya ke tim satelit,” tutup pria yang akrab disapa Capirex itu.

Infografis Valentino Rossi

Sementara itu, Carlos Checa menilai Valentino Rossi justru akan kesulitan untuk menang lagi pada MotoGP 2021. Sebab, motivasi yang berlipat ganda itu malah berpotensi menjadi bumerang. Itu sudah terbukti pada MotoGP 2020 di mana sang juara dunia tujuh kali kerap membuat kesalahan tidak perlu.

“Kepindahan Valentino Rossi memang akan mengurangi tekanan. Tahun ini dia banyak membuat kesalahan dan saya yakin tahun depan, ia akan berusaha meminimalisir kesalahan,” terang Carlos Checa, mengutip dari Corse di Moto.

Valentino Rossi terus didera kesialan

“Keinginan untuk menang atau mendapat hasil bagus itu malah membuatnya melakukan kesalahan. Dia tahu betul, akan sangat sulit untuk meraih kemenangan lagi,” imbuh pria berkebangsaan Spanyol itu.

Sementara itu, Valentino Rossi justru tetap mengobarkan ambisi meraih gelar juara dunia ke-10 di semua kelas. Demi ambisi itu, Rossifumi siap untuk tancap gas sejak awal musim, yakni MotoGP Qatar 2021 yang digelar Maret mendatang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini