Periskop 2021: Potensi Balapan MotoGP di Indonesia

Bagas Abdiel, Jurnalis · Selasa 05 Januari 2021 10:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 05 38 2338990 periskop-2021-potensi-balapan-motogp-di-indonesia-UHFalLzxk8.jpg Penampakan dari atas Sirkuit Mandalika. (Foto: MotoGP.com)

GELARAN MotoGP Indonesia mendapat perhatian tersendiri tahun ini. Sejak penyelenggara MotoGP yakni Dorna Sports mengumumkan akan menambah seri balapan ke Indonesia, kabar ini langsung menjadi tajuk utama di Tanah Air.

Apalagi Indonesia terakhir menggelar MotoGP adalah pada 1997, di mana ajang balap motor tertinggi di dunia itu berlangsung di Sirkut Sentul, Bogor. Sayangnya gelaran itu hanya terjadi dalam satu musim saja.

Karena itu, tidak heran ketika Indonesia akan menggelar MotoGP maka ini menjadi kabar menggembirakan bagi para penggemar. Bahkan mereka pun sudah tidak sabar untuk segera menyaksikan Valentino Rossi cs saling bersaing di Indonesia.

Sirkuit Mandalika yang ada di Lombok, Nusa Tenggara Barat pun dipersiapkan untuk menggelar MotoGP Indonesia pada 2021. Proses pembangunan yang telah dimulai sejak tahun lalu semakin ke sini semakin menunjukkan titik terang.

Perkembangan Pembangunan Sirkuit Mandalika

Sirkuit Mandalika

(Penampakan dari atas Sirkuit Mandalika. Foto: MotoGP.com)

Sejauh ini, Mandalika Grand Prix Association (MGPA) selaku pengelola MotoGP Indonesia telah bekerja keras menyelesaikan pembangunan Sirkuit Mandalika. Mereka mengebut pekerjaan dengan memaksimalkan semua sumber daya dan waktu untuk menggarap pekerjaan ini.

“Kesiapan dari sisi konstruksi saat ini kami terus bekerja tiga shift dalam sehari untuk mengejar homologasi. Kita bersama dengan mitra kerja kita, PT. PP (Pembangunan Perumahan). Itu tetap jalan terus menerus,” ucap Happy Harinto selaku Chief Strategic and Communication Officer MGPA saat dihubungi Okezone.

Konstruksi terbaik pun telah disiapkan MGPA demi menjamin sirkuit dengan spesifikasi tipe A yang sesuai untuk gelaran MotoGP. Pembangunan pun dilengkapi dengan teknologi-teknologi terbaru agar Sirkuit Mandalika memiliki kualitas terbaik.

Sayangnya, Indonesia saat ini masih masuk daftar cadangan kalender sementara MotoGP pada 2021. Belum selesainya pengerjaan Sirkuit Mandalika pun membuat Dorna Sports menempatkan Indonesia dalam daftar cadangan.

Seperti diketahui, Dorna Sports mengumumkan MotoGP 2021 akan berlangsung dalam 20 seri balapan. Akan tetapi, Dorna baru bisa memastikan akan menggelar 19 seri balapan. Terkait status cadangan, Indonesia tidak sendiri, ada dua negara lain yang masuk dalam daftar cadangan yakni Rusia dan Portugal.

Karena itu, pengerjaan Sirkuit Mandalika tengah menjadi konsentrasi penuh bagi seluruh elemen yang berkaitan, terutama MGPA. Mereka pun menargetkan diri pada Juni 2021 untuk melangsungkan finalisasi homologasi dan pengujian. Ini akan menjadi penentu nasib Sirkuit Mandalika sebagai tuan rumah MotoGP 2021.

“Target final homologasi itu di bulan Juni 2021, jadi masih ada waktu kita untuk mempersiapkan segala sesuatunya. Prioritas kami adalah pertama konstruksi yaitu sirkuit menuju homologasi,” ujar Happy.

Bahkan CEO MGPA yakni Ricky Baheramsjah telah memastikan tujuan utama mereka saat ini adalah menyelesaikan pembangunan Sirkuit Mandalika. Ini menjadi hal utama bagi MGPA pada saat ini demi Indonesia kembali masuk dalam kalender resmi MotoGP 2021.

“Tujuan dan fokus kami saat ini jelas, memastikan kita menyelesaikan sirkuit dan mempersiapkan pelaksanaan operasional untuk GP Indonesia 2021,” ucap Ricky, mengutip dari laman resmi MotoGP.

Apresiasi dari Dorna

CEO Dorna

(CEO Dorna Sports, Carmelo Ezpeleta)

Beruntung kerja keras Indonesia dalam menggelar MotoGP mendapat apresiasi besar dari CEO Dorna Sports yakni Carmelo Ezpeleta. Ia pun tidak menutup kemungkinan untuk mengubah status Indonesia yang sebelumnya masuk dalam daftar cadangan.

“Kami mengakui upaya besar dari banyak pemangku kepentingan dalam proyek ini. Kami ingin menyampaikan terima kasih kepada Presiden Jokowi dan Kementeriannya atas komitmen mereka dalam membawa International Motorsport ke Indonesia pada 2021,” ucap Ezpeleta, melansir dari laman resmi MotoGP.

“Tim ini dan mitra motorsport mereka telah menunjukkan bahwa mereka dapat memberikan Grand Prix Kejuaraan Dunia MotoGP FIM. Fokusnya harus pada konstruksi, homologasi, serta pengujian, terutama karena ini adalah sirkuit jalanan yang baru,” lanjutnya.

“Seperti yang disebutkan, ada kemungkinan perubahan terjadi pada kalender sementara dan setelah kami memiliki gambaran yang lebih jelas, tentu saja tergantung pada konstruksi dan pengujian, kami dapat mulai mendiskusikan kemungkinan tanggal untuk Grand Prix pada 2021,” sambungnya.

Sementara MGPA sendiri juga tidak ingin gegabah dengan status Indonesia dalam jadwal MotoGP. Mereka tidak ingin melangkahi keputusan Dorna, termasuk apakah akan menggantikan posisi Republik Ceko yang sudah dipastikan batal menjadi tuan rumah MotoGP. Mereka kini akan menantikan kabar baik dari Dorna untuk menggelar MotoGP Indonesia pada 2021.

“Kita belum tahu, kita tidak ada yang tahu ke depannya pada 2021 yang terjadi seperti apa. Karena ini masih provisional calendar, kalender sementara. Ya, Alhamdulillah kita sudah masuk di listing-nya Dorna. Kami semua menunggu,” ucap Happy.

Valentino Rossi Tak Sabar Mentas di Indonesia

Valentino Rossi

(Valentino Rossi akan bela Petronas Yamaha di MotoGP 2021)

Antusiasme para pembalap top dunia begitu tinggi ketika mengetahui bahwa pada musim 2021, Indonesia akan menjadi tuan rumah MotoGP. Antuasias tinggi yang ditunjukkan para penggemar terhadap MotoGP membuat para pembalap ingin sekali bisa beraksi di Indonesia.

Sosok Valentino Rossi menjadi pembalap paling vokal yang menginginkan gelaran MotoGP Indonesia 2021. Bahkan ia hingga menunda keinginan untuk pensiun demi tampil di MotoGP Indonesia pada 2021.

“Saya merasa senang akan berkunjung ke Indonesia apalagi dulu sempat mencoba Sirkuit Sentul pada 1997. Antusiasme terhadap MotoGP sangat luar biasa hingga sulit untuk dikendalikan di sana dan saya senang akan ada banyak penonton,” papar Rossi, mengutip dari laman resmi MotoGP.

Lebih lanjut, Valentino Rossi pun tak sabar untuk segera mentas di MotoGP Indonesia. Apalagi balapan nantinya akan berlangsung di lintasan yang baru yakni Sirkuit Mandalika. Ia pun memuji desain Sirkuit Mandalika yang dekat dengan laut.

“Treknya sangat menarik dan baru, saya melihat gambarnya dekat dengan laut membuat sirkuit ini layak untuk dicoba. Ini adalah proyek baru dan saya sangat antusias untuk datang ke sana (Indonesia),” sambung Rossi.

Sayangnya kondisi Covid-19 yang merebak di seluruh dunia bisa menjadi halangan bagi Indonesia untuk menggelar balapan pada tahun depan. Sebab, pada musim ini saja, gelaran MotoGP 2020 terpusat di Eropa dan hanya mampu menggelar 14 seri balapan.

Pada satu sisi Dorna sangat berharap gelaran MotoGP pada 2021 bisa berlangsung normal seperti sebelum-sebelumnya. Bahkan para pembalap pun berharap bisa menggelar di luar Eropa, terutama di Indonesia.

Satu per satu para pembalap top pun sangat berharap balapan MotoGP pada 2021 bisa berlangsung di Indonesia. Sang juara dunia MotoGP 2020 yakni Joan Mir telah mengungkapkan keinginannya untuk tampil di hadapan para penggemar Tanah Air.

Joan Mir

(Joan Mir juara MotoGP 2020)

“Saya berharap bisa mengunjungi tempat berbeda, itu sangat lebih baik. Jadi, saya rindu seperti penonton dari Indonesia atau dari tempat yang kami tidak bisa ke sana pada saat ini,” ujar Mir, mengutip dari laman resmi MotoGP.

Begitu pula pembalap asal Spanyol yakni Maverick Vinales. Pembalap yang akan berpisah dengan Valentino Rossi pada musim depan ini sangat ingin mentas di Indonesia, seperti halnya para pembalap lain.

“Saya ingin balap di tempat yang saya juga suka sekali dan kami juga memiliki banyak penggemar, seperti contohnya di Indonesia, begitu juga di Jepang dan Australia. Jadi saya ingin sekali ke sana,” ujar Vinales seperti dilansir dari laman resmi MotoGP.

Kondisi pandemi Covid-19 memang telah menjadi perhatian besar pada musim depan. Harapan besar juga ditunjukkan MGPA untuk bisa menggelar balapan di Indonesia dengan dihadiri para penonton. Pasalnya kehadiran Sirkuit Mandalika di MotoGP demi memanjakan para penggemar di Tanah Air yang sudah lama tidak menyaksikan Valentino Rossi cs bersaing secara langsung.

“Pada akhirnya, kerja keras dan usaha kita adalah untuk fans Indonesia. Mereka berhak menonton acara spektakuler ini secara langsung dan terutama di lingkungan yang aman bebas Covid-19,” ucap Ricky selaku CEO MGPA.

Indonesia Punya Tim Balap

Sirkuit Mandalika

Terlepas dari itu semua, ada yang menarik dengan Indonesia menjadi tuan rumah MotoGP. Sebab, Indonesia tidak hanya ingin menjadi sekadar menjadi penyelenggara saja. Indonesia pun akan memiliki tim yang akan mentas di ajang grand prix.

Sebut saja seperti Mandalika Racing Team yang akan tampil di Moto2 dan Moto3. Bahkan bukan hanya satu, tetapi ada juga Indonesia Racing Team yang resmi diluncurkan pada 11 November 2020. Mereka akan menggandeng Gresini Racing untuk turun pada empat ajang sekaligus yakni MotoGP, Moto3, Moto2, dan MotoE.

Hal ini jelas semakin memperkuat daya tarik Indonesia terhadap gelaran MotoGP di Sirkuit Mandalika. Karena itu tidak heran, bahwa semua pihak ingin turut berparitispasi dalam menyukseskan gelaran MotoGP Indonesia.

Tentu saja kita berharap status daftar cadangan yang dimiliki Indonesia bisa berubah di kalender resmi MotoGP 2021. Terlebih lagi pengerjaan Sirkuit Mandalika bisa segera selesai tepat waktu dan bisa menjadi bahan pertimbangan Dorna untuk memasukkan Indonesia dalam kalender resmi MotoGP 2021.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini