Kompetisi Kembali Bergulir, NBA Terapkan Protokol Kesehatan Ketat

Admiraldy Eka Saputra, Jurnalis · Minggu 03 Januari 2021 09:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 03 36 2337929 kompetisi-kembali-bergulir-nba-terapkan-protokol-kesehatan-ketat-wcrAVbimwn.jpg Atlanta Hawks vs Brooklyn Nets (Foto: nba.com)

NEW YORK - Pandemi Covid-19 membuat sejumlah cabang olahraga harus menerapkan protokol kesehatan agar bisa kembali melangsungkan kompetisi. Salah satunya dilakukan NBA yang akan mewajibkan para pemainnya mengenakan alat pelacak COVID-19.

Hal tersebut bertujuan ssebagai salah satu upaya operator liga mengendalikan penyebaran virus corona sepanjang berlangsungnya kompetisi musim 2020/21. Dilaporkan ESPN, Minggu (3/1/2020), program sensor akan efektif per 7 Januari dan berlaku bagi seluruh pemain, ofisial, dan pelatih.

Alat pelacak tersebut nantinya wajib digunakan selama perjalanan, baik di dalam bus maupun pesawat. Namun tidak diwajibkan saat para pemain berada di hotel atau selama pertandingan.

Tujuan penggunaan alat deteksi tersebut, yaitu mengidentifikasi jika ada anggota klub yang dinyatakan positif COVID-19.

Baca juga:Hasil Pertandingan NBA 2020-2021 Hari Ini: Pacers dan 76ers Rebut Kemenangan

Sensor tersebut memungkinkan pemakainya dapat mengetahui jika dia terjangkit virus corona hanya dalam jarak enam kaki dari pengguna lain.

Ini bukan pertama kalinya NBA menggunakan teknologi untuk memonitor kesehatan para pemain sekaligus upaya mereka dalam pencegahan penyebaran virus corona selama kompetisi berjalan.

NBA sebelumnya pernah menerapkan kewajiban serupa saat mereka mempertimbangkan untuk kembali melanjutkan liga musim 2019/20 yang telah terhenti sejak Maret 2019.

NBA mewajibkan penggunaan Oura smart ring, sebuah cincin yang mampu mendeteksi gejala-gejala awal akibat COVID-19.

Oura diklaim mampu memonitor perubahan suhu tubuh, detak jantung, serta pergerakan dengan adanya tiga sensor serta disertai oleh akselerometer dan giroskop.

Amerika Serikat menjadi negara yang terpukul keras oleh pandemi, mencatat hampir 20 juta kasus positif COVID-19 dan 344 ribu kematian, demikian dilaporkan AFP.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini