Cerita Maria Sharapova Ditonton Ibunya dari Ketinggian 30 Ribu Kaki

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Kamis 31 Desember 2020 17:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 31 40 2336978 cerita-maria-sharapova-ditonton-ibunya-dari-ketinggian-30-ribu-kaki-bq2rvT0WSy.jpg Maria Sharapova sudah gantung raket (Foto: Wimbledon)

LOS ANGELES – Kisah mengenai Maria Sharapova terus menarik untuk diikuti. Belum lama ini, mantan petenis berkebangsaan Rusia itu menuturkan sebuah cerita yang mengharukan. Ketika dirinya merebut gelar juara Wimbledon 2004, sang ibu menyaksikannya dari ketinggian 30 ribu kaki.

Kala itu, Maria Sharapova baru berusia 17 tahun. Namun, dirinya mampu mengejutkan dunia usai mengalahkan petenis senior Serena Williams di partai final lewat pertarungan dua set 6-1 dan 6-4.

Setelah berhasil mengalahkan Serena Williams di lapangan rumput Wimbledon, Maria Sharapova langsung memeluk sang ayah. Akan tetapi, kebahagiaan itu kurang lengkap tanpa kehadiran sang ibu, Yelena Sharapova.

Baca juga: Fakta Menarik Tunangan Maria Sharapova, Penguasah Kaya dari Inggris

Maria Sharapova bergelimang prestasi (Foto: IG/@mariasharapova)

Sang ibu tidak bisa hadir langsung karena sedang dalam perjalanan dengan pesawat terbang. Namun, Yelena menyempatkan diri untuk menyaksikan kemenangan putrinya lewat tayangan televisi di kabin.

“Yang terlintas di kepala saya saat itu adalah ibu. Dia sedang terbang selama final berlangsung. Saya ingin menelefonnya, tetapi lupa dia sedang ada di pesawat,” ujar Maria Sharapova, sebagaimana dimuat Essentially Sports, Kamis (31/12/2020).

“Saat itu, televisi kecil di kabin pesawat mulai menjadi sebuah hal yang lumrah. Dia terbang sembari menonton saya bermain. Dia melihat saya menang dari ketinggian di atas 30 ribu kaki,” imbuh perempuan bertinggi badan 188 sentimeter (cm) itu.

Di sisi lain, Yelena Sharapova juga berusaha menelefon putrinya. Ia sampai meminta izin kepada pramugari pesawat untuk melakukan panggilan telefo. Bagi Maria Sharapova, itu adalah sebuah momen yang sangat spesial.

“Sementara itu, ibu berusaha menelefon saya. Dia sampai meminta izin kepada pramugari, apakah mungkin menelefon karena ini penting untuk anaknya. Itu adalah momen yang sangat spesial,” tutup pemilik merk permen Sugarpova itu.

Aksi Maria Sharapova di lapangan (Foto: Wimbledon)

Keluarga memang sangat penting bagi Maria Sharapova. Ia juga pernah bercerita bagaimana keluarganya kesulitan untuk beradaptasi saat pindah dari Rusia ke AS. Pasalnya, mereka sama sekali tidak bisa berbahasa Inggris saat itu.

Lebih parah lagi, Yelena Sharapova sempat tidak diperkenankan datang ke AS selama 2-3 tahun awal kepindahan. Hal itu dikarenakan masalah visa. Jadilah, Maria Sharapova dan ayahnya tinggal berdua saja di sebuah negara asing, demi merintis karier di dunia tenis.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini