Petronas Yamaha SRT: Bodoh jika Tidak Merekrut Valentino Rossi!

Hendry Kurniawan, Jurnalis · Kamis 03 Desember 2020 13:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 03 38 2320858 petronas-yamaha-srt-bodoh-jika-tidak-merekrut-valentino-rossi-YqqLpHvFcI.jpg Pembalap Yamaha, Valentino Rossi (Foto: MotoGP)

SEPANG – Manajer Tim Petronas Yamaha SRT, Wilco Zeelenberg, mengungkapkan bahwa dirinya sempat sulit untuk menerima kepindahan Fabio Quartararo ke tim pabrikan. Akan tetapi di sisi lain, Zeelenberg merasa bahagia karena yang akan menggantikan Quartararo di Petronas Yamaha SRT adalah Valentino Rossi.

Quartararo sendiri baru bergabung dengan Petronas Yamaha SRT pada gelaran MotoGP 2019. Namun, Quartararo berhasil naik podium sebanyak tujuh kali, menjadi Rookie of The Year MotoGP 2019, dan menyabet titel pembalap satelit terbaik di musim tersebut.

Tak ayal, pihak pabrikan Yamaha pun langsung menyodorkan kontrak pada Januari 2020 untuk merekrut Quartararo. Pada akhirnya, Petronas Yamaha SRT dipaksa mencari pembalap baru untuk membela mereka di ajang MotoGP 2021.

Baca juga: Tanpa Valentino Rossi, Suasana Garasi Tim Pabrikan Yamaha Akan Berbeda

Fabio Quartararo

Sejak awal dibentuknya Petronas Yamaha SRT, mereka memiliki proyek untuk mengembangkan pembalap-pembalap muda. Akan tetapi, ideologi yang diusung oleh Petronas Yamaha tergerus ketika tim pabrikan menawarkan Valentino Rossi.

Naiknya Quartararo ke tim pabrikan sejatinya membuat posisi Rossi tergeser. Maka dari itu, sebagai bentuk tanggung jawab, Yamaha pun menawarkan Rossi ke tim satelit. Dihadapkan pada situasi ini, Petronas Yamaha pun menyambut kedatangan The Doctor dengan tangan terbuka.

Diakui oleh Zeelenberg bahwa pihaknya akan sangat bodoh untuk menolak kedatangan Rossi, mengingat status The Doctor yang telah menjadi ikon dari MotoGP itu sendiri. Meski pada awalnya Rossi berpikir keras untuk bergabung dengan Petronas Yamaha, namun pada akhirnya ia menyetujuinya.

“Yamaha juga sudah menjanjikan tempat bagi Valentino untuk musim 2021. Kemudian muncul pertanyaan: dapatkah kita memastikan bahwa Valentino mencapai hasil yang lebih baik dari tahun ini?” terang Zeelenberg, dinukil dari Speedweek, Kamis (3/12/2020).

“Ada pembalap lain di pasar pengemudi. Tetapi, jika Anda tidak dapat memutuskan nama tertentu, dan Yamaha menjanjikan Valentino tempat ini bersama kami, maka akan sangat bodoh untuk tidak mempertimbangkan tantangan ini dengan Valentino,” lanjutnya.

Valentino Rossi

“Ini suatu kehormatan bagi seluruh tim. Merupakan suatu kehormatan menjadi manajer tim atau mekanik Valentino Rossi. Itu juga akan menjadi tantangan bagi kami karena kami berusaha mengulang hasil yang telah kami raih bersama Fabio dalam dua tahun terakhir,” tukas Zeelenberg.

Rossi sebenarnya sempat keberatan untuk bergabung dengan Petronas Yamaha SRT. Karena ia tidak bisa membawa serta sejumlah mekanik yang telah bekerja dengannya untuk waktu yang lama. Akan tetapi, Rossi mencoba memahami situasi ini dan menerimanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini