MotoGP Tak Bisa Diprediksi dari Hasil Moto2

Hendry Kurniawan, Jurnalis · Jum'at 27 November 2020 02:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 26 38 2316966 motogp-tak-bisa-diprediksi-dari-hasil-moto2-hLsuadErS9.jpg Fabio Quartararo (Foto: MotoGP)

MADRID – Selama ini Kejuaraan Dunia Moto2 sering dijadikan acuan untuk memprediksi kesuksesan seorang pembalap dalam gelaran MotoGP. Akan tetapi, menurut legenda balap Suzuki, Kevin Schwantz, kini hal tersebut sudah tak bisa lagi dilakukan.

Umumnya, tim-tim yang berpartisipasi di MotoGP akan merekrut pembalap yang meraih hasil bagus di Moto2. Seperti misalnya, Franco Morbidelli yang direkrut oleh Marc VDS Honda pada 2018 setelah menjadi juara dunia Moto2 2017.

Semusim setelahnya, Pramac Ducati mengambil Francecso Bagnaia dari Moto2 setelah pembalap berpaspor Italia tersebut menjadi kampiun di kelas tersebut. Meski begitu, nyatanya tak semua tim menggunakan metode tersebut.

Baca juga: Adik Valentino Rossi Luca Marini Naik ke MotoGP Tanpa Pernah Juara Moto2

Fabio Quartararo

Tim Petronas Yamaha SRT contohnya, mereka dengan berani merekrut Fabio Quartararo untuk musim balap MotoGP 2019. Padahal, dalam gelaran Moto2 2018 Quartararo hanya menempati posisi ke-10 klasemen akhir.

Kendati demikian, Quartararo justru tampil gemilang di MotolGP 2019. Tanpa diduga-duga, pembalap berpaspor Prancis tersebut menyelesaikan kejuaraan di posisi kelima dan menyabet titel Rookie of The Year MotoGP 2019.

Maka dari itu, Schwantz menilai bahwa para pembalap ini berhasil mengembangkan potensi diri mereka secara mandiri. Schwantz sendiri sangat menantikan jalannya Kejuaraan Dunia MotoGP 2021 karena akan ada tiga wajah baru yang dipromosikan ke kelas premier dari Moto2.

“Sungguh lucu bagaimana Anda dapat melihat seorang anak tumbuh saat mereka menjalani Moto2 dan Moto3. Anda entah bagaimana bisa memprediksi bagaimana itu akan berakhir,” jelas Schwantz, dilansir dari Speedweek, Jumat (27/11/2020).

“Jika kita melihat ke belakang dan melihat kelas Moto2, misalnya, ketika Franco Morbidelli, Alex Rins, Joan Mir dan Fabio Quartararo ada di sana, maka Quartararo-lah yang menghilang pada suatu akhir pekan dan meninggalkan Anda dengan tanda tanya,” lanjutnya.

Fabio Quartararo

“Dia bisa menemukan sesuatu yang pasti di mesin MotoGP, tapi kita juga tahu persis apa kejatuhannya di Moto2. Jika dia tidak dapat menemukan sesuatu yang pasti pada akhir pekan, dia tersesat dan akhir pekan berikutnya dia menunjukkannya kepada semua orang lagi," tukas Schwantz.

Ketiga pembalap baru yang akan tampil di MotoGP 2021 adalah Enea Bastianini, Luca Marini, dan Jorge Martin. Bastianini dan Marini akan tampil membela Esonsorama Ducati. Sedangkan Martin direkrut Pramac Ducati.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini