Crutchlow Balas Sinis Kekesalan Lorenzo soal Posisi Test Rider Yamaha

Bagas Abdiel, Jurnalis · Sabtu 21 November 2020 04:50 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 21 38 2313439 crutchlow-balas-sinis-kekesalan-lorenzo-soal-posisi-test-rider-yamaha-exUnQXOFBs.jpg Cal Crutchlow (Foto: Laman resmi MotoGP)

PORTIMAO – Pembalap Tim LCR Honda, Cal Crutchlow, menanggapi cuitan Jorge Lorenzo di Twitter yang kesal tak lagi menjabat sebagai test rider Yamaha. Crutchlow yang akan menggantikannya pada musim depan pun membalasnya dengan lebih sinis.

Sebelumnya Lorenzo membuat cuitan setelah Yamaha menunjuk Crutchlow sebagai test rider pada musim depan. Pembalap berpaspor Spanyol itu merasa kesal karena penggantinya tidaklah lebih bagus dari dirinya.

Cal Crutchlow

Melalui cuitan di Twitter, Lorenzo mengatakan secara tersirat bahwa Yamaha salah dalam memilih Crutchlow. Ucapan tertulis dalam sebuah ungkapan dengan kata-kata “menukar emas dengan perunggu”.

Tentu saja cuitan itu menggambarkan dirinya adalah emas yang telah memenangkan gelar juara dunia sebanyak lima kali. Sementara adalah perunggu yang hingga akan pensiun pada musim ini tidak memiliki prestasi gemilang di MotoGP.

Baca juga Crutchlow soal Kariernya di MotoGP: Segalanya di Luar Ekspektasi!

Crutchlow pun kemudian menanggapinya dengan sinis seperti gayanya yang blak-blakan. Ia menilai bahwa Lorenzo adalah pembalap yang sedang bosan berada di rumah lalu membuat kata-kata seperti seseorang kehilangan harapan.

“Pada akhirnya saya tidak punya apa-apa untuk berkata-kata kepadanya,” ungkap Crutchlow, mengutip dari The Race, Sabtu (21/11/2020).

“Saya sangat menghormatinya sebagai pembalap dan juara dunia lima kali, ia akan banyak memberi tahu Anda bahwa ia adalah juara dunia lima kali,” tambahnya.

“Ia sangat spesial di motor. Tetapi, itu tidak berarti ia adalah pembalap tes yang hebat. Saya pikir Anda harus mengambil beberapa hal yang ia katakan dengan sedikit garam, dan saya yakin itu lebih berpengaruh daripada saya,” sambungnya.

“Saya mengambilnya dengan sedikit rasa asin karena itu berasal dari seorang pria yang sering berjalan-jalan menceritakan banyak hal kepada orang-orang sepanjang waktu,” lanjut pembalap berusia 35 tahun itu.

“Pada akhirnya, tidak ada kulit di punggung saya. Saya senang ada yang harus saya lakukan, keluarga, teman baik, dan tentu saja ia (Lorenzo) bosan di rumah,” pungkas pembalap berpaspor Inggris tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini