Motor Balap Yamaha 2020 Penyakitan, Vinales Ingin Gunakan Versi 2016

Hendry Kurniawan, Jurnalis · Jum'at 20 November 2020 16:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 20 38 2313172 motor-balap-yamaha-2020-penyakitan-vinales-ingin-gunakan-versi-2016-sXS4kKqNXj.jpg Pembalap Yamaha, Maverick Vinales (Foto: Laman MotoGP)

PORTIMAO – Pembalap Monster Energy Yamaha, Maverick Vinales, gagal mewujudkan mimpinya untuk menjadi juara dunia MotoGP di musim 2020. Menurut Vinales, hal tersebut terjadi karena motor balap yang dikembangkan Yamaha di tahun ini, YZR-M1 2020, sangat buruk.

Yamaha dinilai telah mengembangkan motor ke arah yang salah. Sebab, hasil di klasemen menunjukkan bahwa motor balap mereka tahun lalu mampu mendulang poin yang lebih banyak ketimbang YZR-M1 2020.

Dari empat pembalap Yamaha yang berlaga di MotoGP 2020, hanya Franco Morbidelli yang menggunakan mesin motor M1 2019. Akan tetapi, justru Morbidelli yang saat ini memperoleh poin paling banyak.

Baca juga: Ingin Buktikan Diri, Valentino Rossi Tetap Ambisius di MotoGP Portugal 2020

Franco Morbidelli

Sekarang Morbidelli menempati posisi kedua klasemen pembalap dengan perolehan 142 poin. Sementara itu, Vinales ada di urutan keempat klasemen dengan raihan 127 angka.

Pembalap Yamaha lainnya, Fabio Quartararo, menilai bahwa motor balap Yamaha tahun lalu memang lebih baik daripada yang sekarang. Maka dari itu, Quartararo lebih ingin menggunakan YZR-M1 2019 ketimbang versi terbarunya.

Kendati demikian, Vinales memiliki pemikiran berbeda. Menurutnya, YZR-M1 2019 bukanlah versi terbaik dari motor balap Yamaha. Karena di tahun lalu mereka tetap kesulitan untuk mengalahkan Marc Marquez dan Honda.

Vinales justru lebih senang jika menggunakan YZR-M1 2016. Pada saat menggunakan motor balap tersebut, Vinales berhasil meraih kemenangan di dua seri perdana MotoGP 2017. Sayangnya, setelah itu Vinales beralih ke YZR-M1 2017 dan penampilannya pun langsung memburuk.

“M1 2019 tidak cukup untuk mengalahkan Marquez. Motor tahun ini Lebih baik jika memiliki cengkeraman. Jika tidak ada cengkeraman, kami sangat menderita,” terang Vinales, seperti dilansir dari Tutto Motori Web, Jumat (20/11/2020).

“Saya ingin mereka memberi saya M1 2016. Bagi saya itu yang terbaik dari saya. Kami pernah mengemudikannya. Kesalahan bagi kami adalah mengganti motor itu (dengan M1 2017),” lanjutnya.

“Apa pun yang mereka lakukan, saya ingat kami pergi ke Malaysia (untuk pramusim) dan dalam 10 lap saya terbang. Kemudian kami membuat kesalahan sehingga kami berlarut-larut dan itu membawa kami ke situasi ini,” pungkas Vinales.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini