2 Pertandingan Ini Paling Sulit bagi Ahsan/Hendra

Antara, Jurnalis · Kamis 12 November 2020 22:26 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 12 40 2308750 2-pertandingan-ini-paling-sulit-bagi-ahsan-hendra-rtdNe8UCnl.jpg Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (Foto: PBSI)

JAKARTA - Ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, membeberkan pertandingan terberat yang pernah mereka lakoni.

“Buat saya Asian Games 2014 karena saat itu saya habis cedera,” ungkap Ahsan dalam temu media virtual yang diikuti di Jakarta, Kamis (12/11/2020).

Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan

Di Asian Games 2014 Incheon, Korea Selatan (Korsel), Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan berhadapan dengan wakil tuan rumah Lee Yong-dae/Yoo Yeon-seong pada partai final.

Ahsan mengatakan ada beberapa alasan yang membuat pertandingan di Asian Games 2014 itu menjadi sangat berat bagi dia. Selain karena baru sembuh dari cedera, rekor pertemuan dengan ganda putra Korsel juga tak begitu bagus.

Belum lagi, Lee Yong-dae/Yoo Yeon-seong, yang pada saat itu berstatus ganda putra nomor satu dunia, sangat diuntungkan dengan status tuan rumah.

BACA JUGA: Sederet Pahlawan Indonesia di Bidang Olahraga

“Mereka adalah lawan nomor satu pada saat itu. Kami sebelumnya juga sudah kalah terus,” katanya.

“Kami juga ditargetkan untuk dapat medali emas. Belum lagi, rumor tentang pelatih kami yang akan diganti kalau kami kalah. Jadi kami benar-benar tertekan,” ungkapnya.

Meski banyak tantangan menguras mental, Ahsan/Hendra bisa mempersembahkan medali emas untuk Merah Putih. Ahsan/Hendra menang lewat rubber game dengan skor akhir 21-16, 16-21, 21-17.

Sementara itu, pertandingan yang paling “menyeramkan” untuk dikenang bagi Hendra adalah final All England 2019. Pada saat itu, Hendra harus menahan rasa sakit saat bertemu wakil Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik.

BACA JUGA: Marcus/Kevin Sukses Kalahkan Ahsan/Hendra lewat Pertarungan Tiga Set

“All England 2019 karena otot saya sempat ketarik, tapi saya mikir bahwa kami punya kesempatan untuk menang. Jadi saya paksain main terus,” ujar Hendra.

Namun, perjuangan Ahsan/Hendra tidak sia-sia. Mereka mampu mengunci satu-satunya gelar untuk Indonesia usai mengakhiri perlawanan Aaron Chia/Soh Wooi Yik 11-21, 21-14, dan 21-12.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini