Prinsipal Ferrari Absen pada Seri-Seri Terakhir F1 2020

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Kamis 12 November 2020 01:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 11 37 2308177 prinsipal-ferrari-absen-pada-seri-seri-terakhir-f1-2020-Hk2dbwh6iS.JPG Mattia Binotto absen dampingi tim (Foto: Reuters/Rudy Carezzevoli)

MARANELLO – Gerak cepat hendak dilakukan Prinsipal Scuderia Ferrari Mattia Binotto untuk persiapan Formula One (F1) 2021. Pria asal Italia itu bahkan rela absen pada beberapa seri terakhir Kejuaraan Dunia F1 2020 demi mengawal pengembangan mobil di Maranello.

Kejuaraan Dunia F1 2020 memang menjadi petaka buat Scuderia Ferrari. Duet pembalapnya, Sebastian Vettel dan Charles Leclerc, gagal menorehkan satu pun kemenangan dari 13 seri yang sudah digelar. Performa jeblok mobil SF1000 diyakini sebagai penyebab utama.

Bukan sekali dua kali Mattia Binotto mengakui pengembangan mobil tersebut berjalan ke arah yang salah. Akibatnya, jet darat tersebut tidak bisa dipacu dengan maksimal oleh Sebastian Vettel dan Charles Leclerc. Selain lambat di trek lurus, mobil juga tidak seimbang ketika melibas tikungan.

Baca juga: Penampilan Jeblok Scuderia Ferrari Berlanjut hingga F1 2022

Sebastian Vettel dan Charles Leclerc sulit mengeluarkan potensi mobil (Foto: Scuderia Ferrari)

Jebloknya peforma SF1000 itu tidak ingin diulangi Scuderia Ferrari pada F1 2021. Karena itu, Mattia Binotto akan mengawal langsung pengembangan di pabrik pusat, Maranello. Ia akan absen dari pinggir lintasan pada salah satu atau dua seri terakhir.

“Anda harus selalu bisa menyeimbangkan tugas di lintasan dan pabrik. Tentu saja, pabrik masih penting karena di situlah kami mengembangkan mobil. Sepertinya, saya tidak akan ikut dalam beberapa balapan terakhir,” ujar Mattia Binotto, dilansir dari Crash, Kamis (12/11/2020).

“Bahkan, sepanjang 2020 ini saya sudah beberapa kali mempertimbangkan untuk melewatkan balapan pada bagian akhir kejuaraan, yang dimulai dari Turki. Ketika Anda bertanggung jawab untuk seluruh tim, balapan memang penting, tetapi keseluruhan manajemen dari tim ini lebih penting,” imbuh pria berusia 51 tahun itu.

Untuk F1 2021, Scuderia Ferrari memilih mencurahkan semua sumber daya untuk mengembangkan mesin baru. Sebab, mereka menilai defisit mesin dari para pesaing membuat The Prancing Horse begitu tertinggal dari pesaingnya di F1 2020.

Dari penilaian awal lewat dinamometer, Mattia Binotto yakin mesin baru itu punya performa dan keandalan yang menjanjikan. Sekali pun operasional dinamometer dibatasi, Ferrari percaya diri dapat mengembangkan mesin yang bertenaga.

“Mesin saat ini sudah mulai menyala dengan dinamometer dan menurut saya dari umpan balik yang didapat, baik dari sisi performa dan keandalan, terlihat menjanjikan,” tukas Mattia Binotto.

Keseriusan Ferrari amat wajar mengingat mereka sudah tidak lagi merebut gelar juara dunia kategori pembalap sejak F1 2007. Sementara pada kategori konstruktor, tim berkelir merah itu puasa gelar juara sejak F1 2008.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini