Pelatih Khabib Ternyata Sangat Ketakutan Sebelum Duel The Eagle vs Gaethje

Hendry Kurniawan, Jurnalis · Minggu 08 November 2020 07:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 08 43 2306012 pelatih-khabib-ternyata-sangat-ketakutan-sebelum-duel-the-eagle-vs-gaethje-wGaCmQf3Vf.jpg Khabib Nurmagomedov (Foto: Twitter UFC)

MOSKOW – Khabib Nurmagomedov menang dengan gagah perkasa saat berhadapan dengan Justin Gethje di UFC 254 dalam perebutan gelar juara dunia kelas ringan. Akan tetapi, siapa yang menyangka kalau sebelum pertarungan, pelatih Khabib, Javier Mendez, ternyata sangat ketakutan.

Sebelum pertarungan tersebut dilangsungkan, Khabib sejatinya selalu berduel di bawah komando langsung sang ayah, Abdulmanap Nurmagomedov. Akan tetapi, pada Juli 2020, Abdulmanap meninggal dunia setelah sempat dinyatakan positif Virus Corona (Covid-19).

Tak ayal, duel melawan Gaethje tersebut pun menjadi pertarungan pertama The Eagle tanpa didampingi oleg sang ayah. Hal inilah yang membuat Mendez takut. Sebab, ia khawatir Khabib tidak bisa bertarung dengan baik dan akhirnya kalah.

Baca juga: Kembali Bicarakan Penyebab Pensiun, Khabib: Semuanya Berbeda Tanpa Ayah Saya

Khabib Nurmagomedov bersama sang ayah

Mendez tidak memungkiri bahwa Abdulmanap memiliki jasa besar dalam menggembleng Khabib menjadi petarung kelas wahid. Apalagi, sejak kecil Khabib memang sudah disiapkan untuk menjadi petarung oleh ayahnya tersebut.

Menurut Mendez, teriakan dari Abdulmanap selalu membuat Khabib memiliki dorongan semangat, motivasi, dan kekuatan berkali-kali lipat. Itulah mengapa, bisa dibilang pertarungan melawan Gaethje adalah ujian yang sesungguhnya bagi Khabib yang sudah tidak lagi didampingi oleh sang ayah.

“Hal yang membuat saya tidak nyaman adalah karena saya menyukai rute yang mudah dan menurut saya dia (Khabib) adalah yang terbaik di planet ini yang pernah ada di kelas 155 lbs dalam menjatuhkan orang ke tanah," kata Mendez, seperti dikutip dari Fox Sports, Mingu (8/11/2020).

“Jadi saya lebih suka rute yang mudah, saya selalu seperti itu. Dia selalu membuat saya takut jika dia berhadapan dengan orang lain. Saya tidak suka itu. Saya mengatakan ini karena saya berharap dia benar-benar tidak berhadapan dengan orang ini (Gaethje),” lanjutnya.

"Saya tidak menginginkan itu karena bukan perasaan yang mudah mengetahui bahwa Anda memiliki rute yang lebih mudah menuju kemenangan dan dia memilih untuk menempuh rute yang lebih sulit (tanpa kehadiran Abdulmanap),” jelas Maendez.

“Dengan ayahnya di sana, dia mengikuti 100 persen rute Rencana Ayah dengan ketat. Itu bagian yang membuat saya sedikit takut," tandasnya.

Kendati demikian, pada akhirnya Khabib mampu memenangkan pertarungan. The Eagle menumbangkan Gaethje di ronde kedua setelah melancarkan triangle choke.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini