Lika-liku Wiranto Selama 4 Tahun Pimpin PBSI

Djanti Virantika, Jurnalis · Jum'at 06 November 2020 13:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 06 40 2305240 lika-liku-wiranto-selama-4-tahun-pimpin-pbsi-hspqr74A9v.jpg Wiranto. (Foto: PBSI)

JAKARTA – Selama empat tahun terakhir, kursi Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) diisi oleh Wiranto. Setelah menjabat selama periode 2016-2020, Wiranto kini akan meninggalkan posisi tersebut.

Selama empat tahun memimpin PBSI, Wiranto harus melalui perjalanan yang penuh lika-liku. Tetapi, tentu saja, ada banyak prestasi manis yang bisa diraih para pebulu tangkis Indonesia selama PBSI diketuai olehnya.

Pria kelahiran 4 April 1947 itu sendiri diketahui resmi mengemban jabatan sebagai Ketum PBSI usai memenangkan Musyawarah Nasional (Munas) pada 31 Oktober 2016. Wiranto menggantikan peran Gita Wirjawan yang lebih dahulu menempati kursi Ketum PP PBSI.

Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir

Selama kepemimpinan Wiranto, prestasi terus diraih oleh para pebulu tangkis Tanah Air. Pada 2017, gelar juara bergengsi bisa diraih Indonesia lewat penampilan wakil di beberapa nomor, salah satunya ganda campuran.

Ya, pasangan ganda campuran terbaik Tanah Air, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, berhasil mempertahankan sinarnya di kancah dunia tepok bulu. Mereka menyegel gelar juara ajang Indonesia Open dan juga Prancis Open 2017.

BACA JUGA: Profil Singkat Agung Firman Sampurna, Calon Tunggal Ketum PBSI Periode 2020-2024

Tak hanya Tontowi/Liliyana, prestasi manis juga diukir ganda putra kebanggaan Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo di tahun tersebut. Pasangan peringkat satu dunia ini menyegel gelar juara di ajang All England.

Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo

Prestasi manis pebulu tangkis Indonesia di bawah kepemimpinan Wiranto terus berlanjut ke 2018. Di tahun ini, Indonesia tak hanya berjaya di kompetisi yang dihelat resmi oleh Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), tetapi juga di ajang Asian Games.

Dalam gelaran Asian Games 2018 yang dihelat di Indonesia, para wakil di cabang olahraga bulu tangkis dapat bersinar cerah. Dua gelar juara berhasil diraih, yakni dari nomor ganda putra dan tunggal putra.

Di ganda putra, Indonesia bahkan meloloskan dua wakilnya ke babak final. Pertemuan Marcus/Kevin dengan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto benar-benar menunjukkan ketangguhan dari para ganda putra Indonesia. Gelar juara sendiri akhirnya diraih oleh Marcus/Kevin yang mempersembahkan medali emas untuk Tanah Air.

Kemudian, di nomor tunggal putra, ada Jonathan Christie yang mempersembahkan medali emas kepada Indonesia. Kesuksesannya telah menghapus dahaga Indonesia akan gelar juara di Asian Games yang terakhir kali diraih Indonesia pada 2006 lewat penampilan Taufik Hidayat.

Jonathan Christie

Begitu juga di sepanjang 2019, bukan hanya nama-nama yang telah disebutkan sebelumnya, ada banyak lagi pebulu tangkis yang bisa menuai hasil manis. Salah satu yang paling menarik sorotan khalayak ramai adalah Mohamad Ahsan/Hendra Setiawan. Mereka meraih banyak gelar juara, di antaranya All England, BWF World Tour Finals, dan Kejuaraan Dunia.

Kejayaan Ahsan/Hendra semakin mengukuhkan bahwa Indonesia memiliki wakil-wakil tangguh di nomor ganda putra. Tetapi sayangnya, kondisi ini tak ditunjukkan pada nomor ganda putri dan juga tunggal putri.

Di tunggal putri, Indonesia tampak belum memiliki sosok yang bisa diandalkan untuk memberi banyak prestasi manis di kancah internasional. Begitu juga dengan ganda putri, di mana sejauh ini, Indonesia masih mengandalkan sosok Greysia Polii/Apriyani Rahayu. Ini tentu saja bakal menjadi PR besar bagi sosok pengganti Wiranto sebagai Ketum PP PBSI selanjutnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini