Dua Pembalapnya Berpeluang Juara Dunia, Suzuki Tidak Berpikir soal Team Order

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Jum'at 23 Oktober 2020 10:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 23 38 2298222 dua-pembalapnya-berpeluang-juara-dunia-suzuki-tidak-berpikir-soal-team-order-o8dC5igFxq.jpg Alex Rins merangkul Joan Mir (Foto: Suzuki Racing)

ALCANIZ – Duo Suzuki Ecstar, Alex Rins dan Joan Mir, kini sama-sama memiliki peluang untuk menjadi juara dunia. Nama yang disebut terakhir memastikan, tidak akan ada team order sampai rekan setimnya kehilangan peluang secara matematis.

Kemenangan Alex Rins pada MotoGP Aragon 2020 pekan lalu membuat dirinya kini masuk kandidat juara dunia. Pembalap asal Spanyol itu hanya berjarak 36 poin saja dari Joan Mir yang memuncaki klasemen. Dengan empat balapan tersisa, selisih itu masih mungkin terkejar.

Normalnya, sebuah tim akan memfavoritkan pembalap dengan peluang juara yang lebih besar. Dalam hal ini, pembalap tersebut adalah Joan Mir. Apalagi, pria berusia 23 tahun itu hanya memegang keunggulan enam angka saja dari Fabio Quartararo di peringkat dua, yang mengoleksi nilai 105.

Baca juga: Joan Mir Tak Sabar untuk Tampil Lagi di Sirkuit Aragon

Joan Mir menguasai puncak klasemen (Foto: Twitter/@JoanMirOfficial)

Situasi itu tidak lantas membuat Suzuki Ecstar bakalan meminta Alex Rins mengalah. Sebaliknya, Joan Mir menilai tidak adil bagi rekan setimnya jika harus diminta mematuhi team order. Sebab, Rins tengah dalam performa yang bagus.

“Alex masih memiliki kans menjadi juara dunia. Ketika dia tidak lagi memiliki kans itu, maka saya pikir kita bisa mulai berbicara (soal team order),” ujar Joan Mir dalam konferensi pers jelang MotoGP Teruel 2020, dikutip dari Crash, Jumat (23/10/2020).

“Namun, untuk saat ini, tidak masuk akal berbicara mengenai team order. Sebab, Alex menunjukkan kinerja yang bagus dan tidak adil untuk Rins jika dia harus mematuhi team order,” sambung pembalap bernomor motor 36 itu.

Soal team order, Joan Mir menyerahkan sepenuhnya keputusan itu kepada tim. Sebab, keputusan tersebut ada di tangan Davide Brivio selaku manajer. Untuk saat ini, kedua pembalap masih diizinkan untuk saling bersaing secara adil di lintasan.

“Mungkin kami masih akan dibiarkan bertarung seperti sekarang. Ketika dia (Rins) tak lagi punya kemungkinan, Davide pasti akan berbicara dengan kami berdua,” lanjut Joan Mir.

Bola kini berada di tangan Suzuki. Joan Mir memang memimpin klasemen, tetapi jaraknya dengan empat teratas sungguh tipis. Dengan koleksi 121 poin, pembalap kelahiran Palma itu hanya terpaut 15 angka saja dengan peringkat empat klasemen, Maverick Vinales.

Suzuki tentu tidak ingin keunggulan sementara yang dimiliki Joan Mir sirna begitu saja. Apalagi, mereka sudah lama tidak merasakan gelar juara dunia. Terakhir kali, Suzuki merebut gelar juara dunia lewat Kenny Roberts Jr pada MotoGP 2000.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini