Cerita Lorenzo soal Sulitnya Jinakkan RC213V

Ezha Herdanu, Jurnalis · Sabtu 17 Oktober 2020 19:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 17 38 2295271 cerita-lorenzo-soal-sulitnya-jinakkan-rc213v-ii8MQ59KOT.jpg Jorge Lorenzo saat masih membela Tim Honda (Foto: motogp.com)

MALLORCA – Jorge Lorenzo membeberkan pengalamannya membela Tim Repsol Honda di MotoGP. Lorenzo mengakui betul bahwa dirinya benar-benar berhasil dibuat tidak berkutik untuk bisa menjinakkan motor Tim Honda, yakni RC213V.

Sebagaimana diketahui, Lorenzo memang sempat membela Tim Honda selama semusim atau tepatnya di MotoGP 2019. Kehadiran Lorenzo sendiri sempat digadang-gadang bakal menciptakan duet maut dengan Marc Marquez di Tim Honda.

Akan tetapi kenyataannya justru berbanding terbalik. Ya, Lorenzo justru gagal total sebagai seorang pembalap Tim Honda. Bagaimana tidak dari 19 balapan yang berlangsung, Lorenzo tidak pernah sekalipun finis di posisi 10 besar.

Jorge Lorenzo

Situasi tersebut pun akhirnya membuat X-Fuera –julukan Lorenzo– harus puas menutup MotoGP 2019 dengan menempati posisi ke-19 dengan torehan 28 poin. Itu menjadi musim terburuk Lorenzo dalam kariernya sebagai pembalap profesional.

Baca Juga: Meregalli Ragu Lorenzo Bakal Gantikan Rossi di Yamaha

Lorenzo sendiri akhirnya memutuskan pensiun dari dunia balap di akhir musim MotoGP 2019. Pada MotoGP 2020, pria berkebangsaan Spanyol tersebut dipercaya sebagai pembalap pengembang Tim Yamaha.

Lorenzo pun lalu bercerita mengenai pengalaman pahitnya selama membela Tim Honda. Pemilik tiga gelar juara dunia MotoGP tersebut mengakui betapa sulit baginya untuk bisa menaklukkan motor Tim Honda, RC213V.

“Honda memiliki sepeda motor yang benar-benar sangat rumit, terutama area depannya. Terdapat pembalap yang merasa ban depan tidak penting, ada juga yang merasa sangat krusial,” ujar Lorenzo, seperti disadur dari Marca, Sabtu (17/10/2020).

“Dalam kasus saya, stabilitas ban depan sangat penting dan saya lebih kesulitan dari yang lain. Pada saat ini, hanya Marc yang mampu meraih kemenangan dengan motor it,” sambung pria berusia 33 tahun tersebut.

Baca Juga: Upload Momen Juara di Aragon, Tanda Lorenzo Gantikan Valentino Rossi?

“Menurut saya, motor itu lebih ramah pada semua orang pada saat era Casey Stoner dan Dani Pedrosa, karena para pembalap Honda lain saat itu juga tampil baik, seperti Marco Simoncelli, Alvaro Bautista, dan lainnya.”

“Sejak Marc datang, ia memang juara enam kali dalam tujuh tahun terakhir, tapi motornya jadi sangat ekstrem karena Honda sangat fokus mengikuti arahannya. Padahal gaya balapnya lain dari yang lain. Jadi jelas ini memberi dampak negatif pada pembalap lain,” tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini