Kalahkan Vinales Bukan Fokus Utama Quartararo di MotoGP 2020

Ezha Herdanu, Jurnalis · Sabtu 17 Oktober 2020 12:53 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 17 38 2295144 kalahkan-vinales-bukan-fokus-utama-quartararo-di-motogp-2020-z5kGPLrShR.jpg Fabio Quartararo (Foto: motogp.com)

ARAGON – Pembalap Tim Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo, menjawab tudingan bahwa dirinya menjadikan finis di atas Maverick Vinales sebagai prioritasnya di MotoGP musim 2020. Quartararo menegaskan bahwa ia ingin mengalahkan seluruh pembalap di MotoGP 2020, bukan hanya Vinales.

Sebagaimana diketahui, Quartararo memang menjalani kampanyenya di MotoGP 2020 dengan hasil yang mengesankan. Ya, sejauh ini Quartararo memang sudah mengoleksi tiga kemenangan di MotoGP 2020.

Kondisi tersebut pun mengantarkan Quartararo berada di pucuk klasemen sementara MotoGP 2020 dengan raihan 115 poin dari 9 balapan yang sudah berlalu. Quartararo pun menjadi pembalap Tim Yamaha dengan torehan terbaik di MotoGP musim ini.

Fabio Quartararo

Ya, Quartararo berhasil unggul dari pembalap-pembalap Tim Yamaha lainnya macam Franco Morbidelli, Valentino Rossi, serta Vinales. Meski begitu muncul rumor bahwa penampilan impresif Quartararo di MotoGP 2020 sebagai misi merebut status pembalap utama Tim Yamaha dari tangan Vinales.

Baca Juga: Dovizioso Waspadai Vinales dan Quartararo di MotoGP Aragon 2020

Sebab dalam dua musim terakhir, Vinales memang berstatus pembalap utama di tim asal Jepang tersebut. Hal itu disebut-sebut tak membuat Quartararo merasa senang, lantaran dirinya butuh dukungan penuh dari Tim Yamaha agar biasa merealisasikan mimpinya mendominasi MotoGP.

Akan tetapi, Quartararo membantah rumor yang mengatakan bahwa dirinya hanya fokus menyelesaikan MotoGP 2020 berada di atas Vinales. Quartararo menyatakan bahwa hanya ingin fokus menunjukkan performa terbaik pada setiap balapan di MotoGP musim ini.

“Saya tak benar-benar memikirkan hal itu saat ini. Pada awal musim, Maverick bilang bahwa siapa pun yang mengakhiri musim sebagai rider Yamaha terbaik sangatlah penting,” ucap Quartararo, seperti disadur dari Motorsport Total, Sabtu (17/10/2020).

“Pada akhirnya, saya fokus bekerja untuk diri saya sendiri. Di paddock tak hanya ada Yamaha, tapi juga ada Ducati, Suzuki, KTM, dan Aprilia. Jadi, Anda harus memberikan yang terbaik, finis di depan semua orang, tak hanya Maverick,” lanjutnya.

Baca Juga: Minus Valentino Rossi, Ini 4 Fakta yang Dapat Terjadi di MotoGP Aragon 2020

“Terlebih saya merasa bahwa keputusan Yamaha menggaet saya, karena saya mengendarai motor mereka dengan cara yang sangat baik, mereka menyadari bahwa saya mempunyai potensi bertarung di papan atas.”

“Selain itu masa-masa yang saya habiskan ketika tampil di kelas Moto2 dan Moto3 memang sangat sulit. Tapi saya belajar dari itu semua. Sebanyak 90% dari musim 2016 dan 2017 negatif bagi saya, tapi saya tetap menyimpan 10% yang positif.”

“Itulah pengalaman yang saya pelajari. Jadi, masa-masa itu membantu saya menghadapi momen di mana saya tahu saya bisa cepat tapi orang lain berkata saya tak boleh pakai ini dan itu,” tuntas pemilik julukan El Diablo tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini