Jarvis Akui Petronas Yamaha SRT Sempat Ragu Boyong Rossi

Ezha Herdanu, Jurnalis · Selasa 06 Oktober 2020 03:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 05 38 2288857 jarvis-akui-petronas-yamaha-srt-sempat-ragu-boyong-rossi-dTZYHJ8IZb.jpg Valentino Rossi (motogp.com)

LESMO – Managing Director Yamaha Motor Racing, Lin Jarvis, mengungkapkan alasan di balik panjangnya negosiasi Valentino Rossi bergabung dengan Tim Petronas Yamaha SRT. Jarvis mengakui bahwa Tim Petronas Yamaha SRT sempat menaruh keraguan besar untuk menampung Rossi di MotoGP musim 2021.

Sebagaimana diketahui, masa depan Rossi sebagai pembalap MotoGP memang akhirnya terjawab beberapa waktu lalu. Ya, Rossi memastikan diri bakal tetap ikut ambil bagian dalam kejuaraan dunia MotoGP tahun depan.

Rossi akhirnya memutuskan untuk menerima tawaran bergabung dengan Tim Petronas Yamaha SRT. Meski membela tim satelit, Rossi bakal dapat keistimewaan dengan dipasok motor pabrikan di MotoGP musim depan.

Valentino Rossi

Dengan hadirnya kabar ini, maka berakhir sudah drama kepindahan The Doctor –julukan Rossi– yang berjalan cukup lama. Ya, negosiasi antara Rossi dan Tim Petronas Yamaha memang sempat berjalan alot beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Valentino Rossi, Lorenzo, hingga Pedrosa Ambil Bagian dalam Tes di Portimao Pekan Ini

Setelah melakukan negosiasi panjang, Rossi akhirnya menerima tuntutan Tim Petronas Yamaha SRT dengan hanya membawa tiga kru saja. Dengan begitu, Rossi pun dipastikan bakal memperkuat Tim Petronas Yamaha dan bertandem dengan mantan anak didiknya, yaitu Franco Morbidelli.

Jarvis mengakui bahwa ada beberapa faktor yang membuat negosiasi Rossi bergabung dengan Tim Petronas Yamaha SRT memerlukan waktu lama. Salah satunya adalah keraguan dari pihak Tim Petronas Yamaha SRT soal kemampuan Rossi tampil kompetitif di MotoGP 2021.

“Memang benar filosofi mereka adalah membawa rider Moto3 ke Moto2, lalu ke MotoGP. Mereka juga ingin suatu saat nanti membawa para rider Malaysia. Dari sudut pandang ini, Vale tak selaras dengan strategi mereka,” ungkap Jarvis, seperti disadur dari Tuttomotoriweb, Selasa (6/10/2020).

“Akan tetapi Vale adalah Vale, dia bukan pembalap normal. Ia bisa membawa banyak hal untuk tim ini dan mereka langsung menyadarinya. Mereka cemas apakah Vale bisa tetap kompetitif, karena kami ambil keputusan sebelum pandemi Covid-19 menyebar,” lanjutnya.

Baca Juga: Morbidelli Ungkap Kesan Bertarung dengan Valentino Rossi di MotoGP

“Mereka bisa memahami konsepnya, tapi mereka juga punya kekhawatiran yang sama dengan kami dan Vale. Tapi podium Vale di Jerez berhasil menghapus semua keraguan Petronas. Hasil Fabio (Quartararo) dan Franky bikin kami terkejut, dan kami hanya bisa angkat topi untuk mereka.”

“Terkadang mereka memang terlalu cepat. Tapi ini juga membuktikan bahwa Vale juga bisa menghasilkan performa yang sama, tak peduli tim mana yang ia bela. Yang membedakan tim pabrikan dengan tim satelit hanyalah kepemilikan,” tutup pria asal Inggris itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini